Sabtu, 17 Januari 2026
Selular.ID -

Apple Kehilangan Prioritas Chip TSMC, Saingan AI Ambil Pangsa Lebih Besar

BACA JUGA

Selular.ID – Apple kini menghadapi persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendapatkan pasokan chip canggih dari TSMC, produsen semikonduktor kontrak terbesar di dunia, seiring permintaan untuk chip yang mendukung kecerdasan buatan (AI) melonjak tajam dan mengubah peta prioritas kapasitas produksi.

Selama lebih dari satu dekade, Apple menjadi salah satu pelanggan utama TSMC dengan akses yang relatif terjamin ke node produksi terdepan untuk chip iPhone dan Mac.

Namun kini, laporan analis dan pengamat industri menunjukkan bahwa posisi Apple tidak lagi sekuat dulu. Permintaan besar dari perusahaan yang fokus pada AI seperti Nvidia dan AMD membuat Apple harus bersaing langsung untuk mendapatkan wafer produksi di proses manufaktur paling maju.

Dalam analisis yang dirangkum oleh blog Culpium, kapasitas manufaktur TSMC kini sangat diperebutkan karena chip AI accelerator — unit pemrosesan yang dirancang khusus untuk beban kerja AI — menggunakan lebih banyak ruang wafer per unit dibanding chip smartphone konvensional.

Akibatnya, bahkan sejumlah pelanggan AI yang lebih sedikit bisa menyerap porsi produksi yang signifikan dari total kapasitas 20 lebih fasilitas TSMC.

Kompetisi Kapasitas di Era AI

Beberapa pengamat industri memperkirakan bahwa Nvidia telah menggeser Apple sebagai salah satu pelanggan terbesar TSMC berdasarkan pendapatan dalam beberapa kuartal terakhir.

Sementara data pasti tidak diungkapkan, tren ini mencerminkan perubahan fokus industri semikonduktor, dari dominasi smartphone ke kebutuhan infrastruktur AI yang masif.

Permintaan global chip sendiri meningkat sangat pesat. Menurut data dari World Semiconductor Trade Statistics, permintaan semikonduktor global diperkirakan tumbuh lebih dari 11 persen pada 2025, didorong oleh kebutuhan chip pada ponsel pintar berbasis AI dan pusat data skala besar.

Dalam konteks ini, produsen chip besar lain juga merespons perubahan pasar. Samsung serta SK Hynix melaporkan dorongan kuat pada kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan memory dan komponen pendukung AI.

Samsung bahkan menyatakan bahwa pelanggan memuji kompetitivitas chip HBM4 (High Bandwidth Memory generasi terbaru) yang dirancang untuk mempercepat beban kerja AI, sementara SK Hynix mengumumkan investasi besar untuk memperluas fasilitas chip packaging guna mengatasi kelangkaan pasokan.

Tantangan dan Dampaknya untuk Apple

Perubahan dinamika ini berarti Apple tidak otomatis mendapatkan prioritas pada node manufaktur termaju seperti 2 nanometer (nm) — generasi proses yang sangat efisien dan hemat energi.

Klien AI yang bersedia membayar lebih untuk kapasitas produksi di node tersebut kini dapat mengambil porsi signifikan, meninggalkan produsen smartphone seperti Apple harus menyesuaikan strategi mereka.

Laporan Culpium juga menunjukkan bahwa persaingan tersebut berpotensi mendorong biaya silikon (material dasar chip) bagi Apple ke arah yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Artinya, meskipun Apple diperkirakan tetap mampu memenuhi kebutuhan produksinya, tekanan harga dan negosiasi kapasitas dapat mempengaruhi strategi biaya dan penetapan harga produknya.

Isu ini bukan sekadar soal volume produksi, tetapi juga distribusi kapasitas manufaktur yang kini semakin strategis.

AI dan chip berperforma tinggi untuk data center memerlukan area wafer yang lebih besar per unit daripada chip smartphone.

Ini membuat pabrikan seperti Nvidia dan AMD punya leverage lebih dalam mengamankan slot produksi yang paling canggih di TSMC.

Dampak Lebih Luas terhadap Rantai Pasok

Perubahan prioritas TSMC ini mencerminkan pergeseran besar dalam permintaan teknologi global. Permintaan chip untuk AI yang terus meningkat memicu ketatnya persaingan di seluruh rantai pasok semikonduktor, dari wafer hingga memory dan komponen lainnya.

Investor ritel pun mencatat tren ini, dengan lonjakan minat pada saham perusahaan memory dan penyimpanan data di pasar modal, menggambarkan kepercayaan pasar terhadap pertumbuhan sektor ini.

Fenomena ini juga bisa mempengaruhi keputusan strategis produsen perangkat elektronik lainnya di luar Apple.

Ketika kapasitas produksi chip canggih semakin sempit dan harganya naik, perusahaan-perusahaan teknologi mungkin akan menyesuaikan portofolio produk atau memperkuat kemitraan jangka panjang dengan pabrikan chip. Implikasi ke Depan

Dalam jangka menengah, persaingan akses chip canggih ini bisa berimplikasi pada harga produk konsumen, ketersediaan komponen, serta percepatan inovasi teknologi.

Apple, di tengah persaingan ketat ini, tampaknya perlu terus memperkuat hubungan dengan TSMC dan diversifikasi pemasok untuk menjaga kesinambungan pasokan chip dalam ekosistem produknya.

Perubahan lanskap pasokan chip menjadi refleksi bagaimana kebutuhan teknologi global telah berkembang dari era smartphone menuju dominasi AI dan komputasi berkapasitas tinggi.

Ini membuka babak baru dalam persaingan teknologi global, sekaligus menandai fase penting bagi seluruh pelaku industri semikonduktor.

Baca juga : Harga Chip 2nm TSMC Meroket

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU