6. Perlindungan Data dan Keamanan Informasi
Operator diwajibkan menerapkan standar keamanan data yang tinggi, seperti enkripsi dan sistem manajemen perlindungan data, untuk menjaga kerahasiaan informasi biometrik dan data pribadi pelanggan.
Beberapa operator bahkan telah mengantongi sertifikat internasional terkait keamanan informasi.
7. Pendaftaran Hybrid Selama Transisi
Selama periode transisi (Januari–Juni 2026), calon pelanggan masih bisa memanfaatkan metode registrasi lama (berbasis NIK/KK) atau biometrik.
Setelah Juli 2026, hanya pendaftaran berbasis biometrik yang akan berlaku secara penuh.
8. Aktivasi Nomor Setelah Verifikasi Sukses
Setelah proses verifikasi biometrik selesai dan data terkonfirmasi cocok dengan identitas kependudukan, nomor SIM dapat diaktifkan dan langsung dipakai oleh pelanggan.
Proses ini bertujuan memastikan bahwa setiap nomor aktif benar-benar terikat pada identitas yang sah.
9. Kartu SIM Lama Tidak Dikenakan Wajib Biometrik
Aturan ini dikhususkan bagi kartu SIM baru yang dibeli setelah penerapan kebijakan.
Pengguna lama yang sudah memiliki nomor tidak wajib melakukan ulang registrasi biometrik, kecuali mereka membeli nomor baru di masa depan.
10. Penegakan untuk Menekan Kejahatan Digital
Salah satu tujuan utama penerapan aturan ini adalah menekan angka kejahatan digital dan penipuan online.
Komdigi menyatakan sebagian besar modus penipuan menggunakan kartu SIM tanpa identifikasi yang kuat, sehingga reformasi sistem registrasi diharapkan mengatasi langkah awal penyalahgunaan ini.
Baca juga:
- Cara Registrasi SIM Card Biometrik Pakai Pengenalan Wajah
- Apakah WNA Wajib Lakukan Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik? Simak Jawabannya
Cara Kerja Registrasi Biometrik di Gerai dan Online
Registrasi SIM berbasis biometrik bisa dilakukan dengan dua pendekatan utama:
-
Di gerai resmi operator, di mana calon pelanggan melakukan face recognition dengan bantuan petugas.
-
Melalui verifikasi mandiri digital, ketika sistem dan panduan teknis telah tersedia di kanal resmi operator.
Kedua metode ini dirancang untuk mempermudah pelanggan dalam beradaptasi dengan skema baru, sekaligus menjaga akurasi verifikasi identitas.



