Jumat, 9 Januari 2026
Selular.ID -

Telkomsel Luncurkan Siscamling, Sistem AI Cegah 1,4 Miliar Percobaan Scam

BACA JUGA

Selular.id – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) secara resmi meluncurkan Sistem Cegah Scam Keliling (Siscamling), sebuah solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memerangi miliaran percobaan penipuan digital yang mengganggu Indonesia setiap tahun.

Sistem ini diresmikan bersamaan dengan pembukaan AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung (ITB), menandai komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk keamanan pelanggan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengungkapkan bahwa ancaman penipuan digital telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Perusahaan mencatat sekitar 1,4 miliar percobaan scam terjadi di Indonesia setiap tahunnya, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Salah satunya kami pakai (AI) untuk anti scamming. Insya Allah punya kami lebih baik dari yang sudah ada namanya Siscamling, Sistem Cegah Scam Keliling,” kata Nugroho.

Siscamling mengusung pendekatan yang proaktif dan adaptif. Berbeda dengan solusi keamanan konvensional, sistem ini bekerja langsung di tingkat jaringan Telkomsel.

Artinya, perlindungan berjalan otomatis tanpa mengharuskan pelanggan mengunduh atau menginstal aplikasi tambahan apapun.

Cara kerjanya adalah dengan memberikan notifikasi risiko secara real-time pada panggilan telepon atau SMS yang terindikasi sebagai scam atau spam, sehingga pengguna dapat mengambil keputusan yang lebih aman untuk tidak meneruskan interaksi.

Kecerdasan sistem ini berasal dari model AI yang terus-menerus dilatih dan disempurnakan.

Model tersebut memanfaatkan mahadata telekomunikasi anonim dari jaringan Telkomsel, yang kemudian divalidasi secara ketat oleh berbagai unit internal perusahaan.

Untuk meningkatkan akurasinya, sistem juga terintegrasi dengan mahadata global dan dilengkapi analisis mendalam terhadap riwayat panggilan.

Pendekatan komprehensif ini memungkinkan Siscamling mengidentifikasi pola-pola penipuan baru yang terus berkembang, mengikuti dinamika taktik para pelaku kejahatan siber.

Keamanan data pelanggan menjadi prinsip utama dalam pengembangan Siscamling.

Sistem ini dirancang dengan prinsip privacy-by-design, yang memastikan bahwa semua proses deteksi dan analisis tetap mematuhi standar perlindungan data pribadi serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

Pelanggan juga diberikan kendali melalui mini-app SISCAMLING yang tersedia di dalam aplikasi MyTelkomsel.

Melalui mini-app ini, pengguna dapat mengatur preferensi notifikasi serta melihat ringkasan aktivitas perlindungan yang telah dilakukan sistem untuk nomor mereka.

Selain fungsi deteksi dan blokir, Siscamling juga berperan sebagai platform edukasi. Sistem ini menyediakan materi informasi mengenai berbagai modus penipuan terkini yang beredar.

Fitur ini sangat krusial mengingat modus penipuan digital terus berubah dan menyesuaikan diri.

Upaya edukasi publik seperti ini sejalan dengan inisiatif lain di industri, seperti yang dilakukan oleh platform pembayaran digital DANA yang membuka posko bantuan keliling untuk mengedukasi masyarakat dalam mengantisipasi penipuan online.

Peluncuran Siscamling juga dilengkapi dengan kanal pelaporan yang terintegrasi.

Ketika pelanggan melaporkan upaya penipuan yang mereka terima, laporan tersebut akan menjadi masukan berharga untuk terus menyempurnakan model AI.

Siklus ini menciptakan mekanisme pertahanan yang semakin kuat seiring waktu, karena sistem belajar dari ancaman yang benar-benar terjadi di lapangan.

“Dengan Siscamling, kami ingin menghadirkan rasa aman yang nyata agar pelanggan tetap produktif dan fokus pada aktivitas digitalnya,” tutup Nugroho.

Rencana Implementasi Bertahap dan Dampaknya

Telkomsel berencana mengaktifkan Siscamling secara bertahap mulai 15 Desember 2025. Tahap awal akan menyasar pelanggan kartu SIMPATI dan Telkomsel Halo.

Target perusahaan adalah sistem ini dapat menjangkau dan melindungi seluruh basis pelanggan Telkomsel pada awal tahun 2026.

Implementasi bertahap ini memungkinkan Telkomsel memantau kinerja sistem, mengoptimalkan algoritma, dan memastikan stabilitas jaringan sebelum dijalankan secara penuh.

Kehadiran Siscamling diharapkan dapat secara signifikan menekan angka kejahatan digital yang kerap memanfaatkan jaringan telekomunikasi sebagai pintu masuk.

Penipuan melalui panggilan dan SMS masih menjadi metode yang umum digunakan, seringkali dikombinasikan dengan teknik social engineering untuk mengecoh korban.

Perlindungan di level jaringan seperti ini menjadi lapisan pertahanan pertama yang kritis sebelum ancaman sampai ke perangkat pengguna.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari upaya Telkomsel mendukung kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah mengindikasikan komitmennya dengan menerapkan AI untuk menekan penipuan digital. Siscamling menjadi wujud nyata dan terstruktur dari komitmen tersebut.

Langkah Preventif di Era Digital yang Rentan

Maraknya penipuan digital tidak hanya terjadi di sektor telekomunikasi, tetapi merambah ke berbagai aspek kehidupan online, termasuk transaksi keuangan dan jual beli barang.

Masyarakat perlu terus waspada terhadap berbagai modus operandi yang terus berkembang.

Selain mengandalkan sistem perlindungan dari penyedia layanan seperti Siscamling, pengetahuan pribadi tentang modus penipuan jual beli mobil hingga barang lainnya tetap sangat penting.

Keamanan akun digital juga menjadi perhatian, termasuk memastikan layanan verifikasi seperti OTP berjalan lancar.

Gangguan pada OTP dapat dimanfaatkan oleh penipu. Bagi pengguna Telkomsel yang mengalami kendala, tersedia panduan cara mengatasi OTP tidak masuk di MyTelkomsel untuk mengamankan akun mereka.

Peluncuran Siscamling menandai era baru dalam pertahanan proaktif terhadap penipuan telekomunikasi di Indonesia.

Dengan menggabungkan kekuatan big data, AI, dan operasi jaringan, Telkomsel berupaya membangun tembok pertahanan yang lebih cerdas dan responsif.

Kesuksesan implementasi sistem ini nantinya tidak hanya akan diukur dari berkurangnya laporan scam, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan dan rasa aman pelanggan dalam beraktivitas di dunia digital.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU