Senin, 5 Januari 2026
Selular.ID -

Telkomsel dan AWS Cetak 750 Talenta Disabilitas Mahir Cloud dan AI

BACA JUGA

Selular.id – Telkomsel bersama Amazon Web Services (AWS) telah menyelesaikan program pelatihan digital inklusif “Terampil di Awan 2.0” di Bandung Raya. Program ini berhasil melatih 380 talenta baru, terdiri dari 295 siswa dengan disabilitas dan 85 tenaga pendidik dari 33 Sekolah Luar Biasa (SLB), dalam keterampilan komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan artifisial generatif (Generative AI).

Pencapaian ini melengkapi fase pertama di Jabodetabek, sehingga total talenta yang telah dicetak melalui dua fase program mencapai 750 orang.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Telkomsel tidak hanya hadir untuk berbisnis, tetapi untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat agar menciptakan hari yang lebih baik dan masa depan gemilang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguasaan kompetensi digital seperti Gen AI dan Cloud adalah kunci masa depan, dan program ini merupakan bagian dari visi Telkomsel untuk memastikan inklusivitas serta ‘memberi kembali’ kepada pelanggan dan masyarakat.

Head of BDM, Training, and Certification at AWS Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Yashinta Bahana, menyoroti pentingnya kolaborasi ini. “Kolaborasi dengan Telkomsel, yang punya visi sama dalam mengembangkan akses keterampilan digital dan memperluas jangkauan inovasi, adalah sangat penting untuk mendukung digitalisasi yang inklusif dan berdampak di Indonesia – ini tidak mungkin dapat dilakukan secara sendiri-sendiri,” kata Yashinta. Sejak 2017, AWS telah melatih keterampilan Cloud dan Gen AI bagi satu juta talenta digital di Indonesia.

Program Terampil di Awan 2.0 ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) filantropis Telkomsel “Sambungkan Senyuman”. Program yang berlangsung sejak 17 Oktober 2025 ini dirancang dengan semangat memberdayakan potensi yang belum tergali (empowering untapped talents) dan keyakinan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh tertinggal (no one should be left behind).

Kurikulum yang Memberdayakan: Dari Dasar Cloud hingga Aplikasi AI

Para peserta mengikuti pelatihan intensif dengan kurikulum yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis dan relevan. Materi pelatihan mencakup pemahaman dasar infrastruktur komputasi awan sebagai tulang punggung internet modern.

Mereka juga diajarkan untuk mendesain antarmuka pengguna (UI/UX) dan membangun website statis. Puncak dari pelatihan adalah sesi Generative AI, di mana peserta belajar menggunakan platform AWS PartyRock untuk membuat aplikasi berbasis AI dengan coding yang disederhanakan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, sebanyak 50 pendidik terpilih mengikuti pelatihan lanjutan AWS Cloud Practitioner Essentials dan mendapatkan voucher ujian sertifikasi. Selain itu, seluruh 33 sekolah peserta memperoleh akses ke platform pembelajaran AWS Skill Builder selama 12 bulan, memungkinkan proses belajar-mengajar terus berlangsung bahkan setelah program resmi berakhir.

Pendekatan ini sejalan dengan berbagai inisiatif pelatihan cloud lainnya di Indonesia, seperti program pelatihan cloud untuk mahasiswa yang dibuka Kominfo dan Google, yang menunjukkan semakin maraknya upaya peningkatan literasi digital.

Pameran Karya dan Apresiasi di Hari Disabilitas Internasional

Bertepatan dengan momentum Hari Disabilitas Internasional setiap 3 Desember, Telkomsel dan AWS menggelar Awarding Ceremony di Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, pada 15 Desember 2025. Acara ini menjadi panggung untuk menampilkan 20 karya terbaik yang terpilih dari 50 proyek yang dihasilkan dalam program Terampil di Awan 2.0, melalui “Lomba Karya Gen AI – PartyRock AWS”.

Karya-karya yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan pemahaman praktis peserta dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Proyek juara pertama, “Dapoerku” dari SLB BC Hikmah, adalah sebuah perencana menu masakan. Sementara itu, juara kedua, “BeautyBloom” dari SLBN Centra PK-PLK, berfungsi sebagai konsultan makeup pribadi.

Ada pula “MotorMate” dari SLBN Cicendo Kota Bandung yang menjadi asisten pintar untuk modifikasi motor, serta “WeatherBite” yang memberikan rekomendasi makanan sehat berdasarkan cuaca.

Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikomdik) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Suhendar, menyampaikan apresiasinya. “Pemerintah Provinsi sangat berterima kasih atas perhatian bapak-ibu penyelenggara program Terampil di Awan, bapak-ibu guru dan kepala sekolah, serta anak-anak luar biasa kita ini,” ucap Suhendar.

Ia berharap Balai Tikomdik dapat terus mendukung terciptanya talenta-talenta terbaik yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Liliq, pendiri proyek BeautyBloom, mengungkapkan kegembiraannya bisa belajar AI sekaligus menambah pengetahuan tentang make-up. “Terima kasih Telkomsel dan AWS yang terus mendukung saya belajar,” katanya.

Senada dengan itu, Lutfi Adam, pencipta MotorMate, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. “Semoga panitia terus berjaya dan menginspirasi,” harapnya.

Keberhasilan peserta dalam menciptakan solusi berbasis AI ini mencerminkan percepatan adopsi teknologi kecerdasan artifisial di berbagai lapisan masyarakat, sebuah tren yang juga didorong oleh komitmen penyedia layanan cloud besar, seperti yang terlihat pada komitmen Alibaba Cloud untuk mempercepat adopsi AI di Indonesia.

Ekspansi Dampak: Dari Jabodetabek Hingga Bandung Raya

Keberhasilan Terampil di Awan 2.0 di Bandung Raya melanjutkan kesuksesan fase pertama yang dilaksanakan pada 2023-2024 di wilayah Jabodetabek. Perbandingan kedua fase ini menunjukkan perluasan dampak yang signifikan. Fase pertama berhasil memberdayakan 370 peserta dan menghasilkan 35 proyek website.

Sementara fase kedua di 2025 ini menjangkau 380 peserta dari 33 SLB di empat wilayah (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi) dengan total 50 proyek yang dihasilkan, termasuk proyek-proyek berbasis Generative AI yang lebih kompleks.

Secara kumulatif, inisiatif Terampil di Awan telah membuktikan bahwa komitmen berkelanjutan dapat menciptakan pipeline talenta digital inklusif yang tangible. Dengan total 750 talenta yang telah dilatih, program ini tidak hanya sekadar pelatihan satu kali, tetapi bagian dari ekosistem yang lebih besar untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi era ekonomi digital.

Pelatihan-pelatihan semacam ini menjadi krusial, mengingat adopsi teknologi cloud di tingkat perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan implementasi yang perlu diatasi.

Kolaborasi strategis antara operator telekomunikasi seperti Telkomsel dengan hyperscaler cloud seperti AWS menunjukkan model kemitraan yang efektif untuk skala dan dampak. AWS membawa keahlian teknis dan platform pembelajaran global, sementara Telkomsel memiliki jaringan dan pemahaman mendalam tentang lanskap sosial dan pendidikan di Indonesia.

Sinergi ini memungkinkan program tidak hanya menjangkau lebih banyak peserta tetapi juga memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan lokal.

Ke depan, keberhasilan program ini membuka peluang untuk replikasi dan ekspansi ke kota-kota lain di Indonesia. Dukungan dari pemerintah daerah, seperti yang diungkapkan oleh Balai Tikomdik Jawa Barat, menjadi faktor pendorong yang penting.

Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya nasional untuk membangun talenta digital yang inklusif, memastikan bahwa manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Informasi lebih lengkap mengenai ragam inisiatif CSR Telkomsel dapat diakses di situs resmi perusahaan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Bocoran Harga iPhone Lipat Apple