Minggu, 30 November 2025
Selular.ID -

TUXEDO Hentikan Pengembangan Notebook ARM Snapdragon X Elite

BACA JUGA

[adrotate banner="10"]

Selular.id – TUXEDO Computers secara resmi mengumumkan penghentian sementara pengembangan notebook ARM berbasis chipset Qualcomm Snapdragon X1 Elite (X1E). Keputusan ini diambil setelah 18 bulan penelitian dan pengembangan, dengan alasan ketidakcocokan platform ARM generasi pertama ini dengan ekosistem Linux. Perusahaan Jerman yang khusus memproduksi perangkat Linux ini menyatakan bahwa investasi pengembangan lebih lanjut tidak lagi feasible mengingat berbagai keterbatasan teknis yang ditemui.

Dalam pengumuman resminya, TUXEDO menjelaskan bahwa arsitektur ARM yang berbeda ternyata menghadirkan tantangan teknis lebih besar dari perkiraan awal. Snapdragon X Elite generasi pertama terbukti kurang optimal ketika dijalankan dengan sistem operasi Linux. Performa baterai yang biasanya menjadi keunggulan utama perangkat ARM justru tidak tercapai dalam lingkungan Linux. Selain itu, kontrol kipas dan mekanisme update BIOS yang viable untuk Linux juga belum tersedia pada tahap ini.

Fitur-fitur penting lainnya seperti virtualisasi dengan KVM belum dapat diimplementasikan pada model yang dikembangkan TUXEDO. Begitu pula dengan transfer rate tinggi USB4 yang masih belum bisa dicapai. Meskipun decoding video hardware secara teknis memungkinkan, sebagian besar aplikasi Linux belum memiliki dukungan yang diperlukan. Kondisi ini membuat TUXEDO memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek yang sudah berjalan hampir dua tahun ini.

Faktor usia platform juga menjadi pertimbangan penting. Jika dipaksakan melanjutkan, TUXEDO akan menawarkan perangkat dengan chipset Snapdragon X Elite yang usianya sudah lebih dari dua tahun. Padahal, Qualcomm sudah memperkenalkan penerusnya, Snapdragon X2 Elite (X2E), pada September 2025 yang diperkirakan akan tersedia di pasaran pada paruh pertama 2026.

Evaluasi Menyeluruh dan Kemungkinan Lanjutan

TUXEDO menyatakan akan terus memantau perkembangan platform ARM, khususnya menyambut kehadiran Snapdragon X2 Elite. Perusahaan berencana melakukan evaluasi komprehensif terhadap chipset generasi baru tersebut untuk menilai kesesuaiannya dengan Linux. Jika X2E memenuhi ekspektasi dan sebagian besar pekerjaan pengembangan untuk X1E dapat digunakan kembali, kemungkinan proyek notebook ARM akan dilanjutkan.

[adrotate banner="10"]

Namun, seberapa banyak groundwork yang sudah dikembangkan untuk X1E dapat ditransfer ke X2E masih perlu penilaian mendalam setelah chipset baru tersebut tersedia untuk evaluasi teknis. Keputusan final mengenai kelanjutan proyek akan diambil berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Meskipun proyek notebook ARM ditunda, TUXEDO tetap berkomitmen berkontribusi untuk pengembangan ekosistem Linux. Perusahaan akan menyumbangkan Device Tree yang telah dikembangkan beserta pekerjaan lainnya ke mainline kernel. Kontribusi ini diharapkan dapat meningkatkan dukungan Linux untuk perangkat kompatibel lainnya, seperti Medion SPRCHRGD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh komunitas yang lebih luas.

Kolaborasi dengan para ahli ARM di Linaro mendapat apresiasi khusus dari TUXEDO. Kerja sama yang dijalin selama proses pengembangan dinilai sangat produktif dan memberikan wawasan berharga mengenai implementasi ARM dalam ekosistem Linux. Pengalaman ini menjadi modal berharga untuk evaluasi platform ARM generasi berikutnya.

Pengembangan notebook ARM dengan chipset Qualcomm sebenarnya merupakan langkah strategis TUXEDO dalam merespons tren komputasi mobile yang semakin dominan. Seperti yang tercermin dalam berbagai pilihan notebook terbaik, pasar terus menuntut perangkat dengan daya tahan baterai lebih lama dan performa efisien.

Dampak bagi Pasar dan Konsumen

Keputusan TUXEDO ini mencerminkan kompleksitas adaptasi platform ARM untuk sistem operasi Linux. Meskipun ARM menawarkan efisiensi daya yang menjanjikan, integrasinya dengan ekosistem Linux masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi produsen lain yang berencana meluncurkan perangkat ARM dengan dukungan Linux native.

Bagi konsumen yang menantikan kehadiran notebook ARM dengan dukungan Linux penuh, keputusan TUXEDO mungkin mengecewakan. Namun, langkah preventif ini justru menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas produk akhir. Daripada meluncurkan perangkat dengan pengalaman pengguna yang kurang optimal, TUXEDO memilih menunggu platform yang lebih matang.

Sementara menunggu perkembangan platform ARM, konsumen dapat menjelajahi alternatif notebook Linux lainnya yang sudah teruji kualitasnya. Beberapa model seperti yang tercakup dalam spesifikasi dan harga notebook Asus Zenbook dan Vivobook terbaru menawarkan kompatibilitas Linux yang baik dengan dukungan komunitas yang luas.

Dukungan purna jual juga menjadi faktor kritis dalam memilih perangkat Linux. Seperti layanan yang ditawarkan oleh service center Datascrip di Banjarmasin, akses terhadap dukungan teknis yang andal sangat penting bagi pengguna Linux, terutama untuk mengatasi masalah kompatibilitas hardware dan driver.

Pasar notebook Linux terus berkembang dengan beragam pilihan, dari model premium hingga yang lebih terjangkau. Beberapa produsen bahkan rutin menawarkan diskon menarik untuk produk notebook mereka, memberikan kesempatan bagi lebih banyak pengguna untuk beralih ke platform open source ini.

Ke depan, keputusan TUXEDO untuk menunda proyek notebook ARM Snapdragon X Elite justru dapat membuka peluang lebih besar dengan platform generasi berikutnya. Jika Snapdragon X2 Elite terbukti lebih kompatibel dengan Linux, TUXEDO memiliki fondasi pengembangan yang sudah siap untuk dimanfaatkan, mempercepat proses produksi ketika waktunya tepat.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU