Minggu, 30 November 2025
Selular.ID -

Starlink Berikan Akses Internet Gratis untuk Korban Banjir Sumatera

BACA JUGA

[adrotate banner="10"]

Selular.id – Layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk memberikan akses internet gratis bagi masyarakat terdampak banjir parah di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera.

Kebijakan ini diumumkan melalui akun resmi Starlink di X (Twitter) sebagai bentuk dukungan pemulihan konektivitas di daerah bencana.

Layanan gratis diberikan kepada pelanggan baru maupun lama hingga akhir Desember 2025.

Dalam pernyataannya, Starlink menyebut perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat relokasi terminal serta memulihkan akses internet di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

“Bagi mereka yang terdampak banjir parah di Indonesia, Starlink menyediakan layanan gratis bagi pelanggan baru dan lama hingga akhir Desember 2025,” tulis Starlink dalam pengumuman resminya.

[adrotate banner="10"]

Starlink menegaskan bahwa pelanggan aktif tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena layanan gratis ini akan diberikan secara otomatis ke akun masing-masing.

Kebijakan ini mencakup tidak hanya pelanggan aktif, tetapi juga pelanggan yang layanannya sedang ditangguhkan atau dijeda.

Mereka bisa mengaktifkan kembali koneksi selama periode bantuan berlaku.

Untuk pelanggan baru di wilayah terdampak, Starlink membuka akses layanan tanpa biaya.

Pengguna cukup membeli dan mengaktifkan perangkat, kemudian membuat tiket dukungan dengan mencantumkan “Dukungan Banjir Indonesia” agar layanan gratis ini bisa didapatkan.

Dukungan Pemerintah Indonesia

Dari sisi pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani gangguan telekomunikasi di area bencana.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Wayan Toni Suprianto mengatakan, pihaknya tengah mengidentifikasi Base Transceiver Station (BTS) yang tidak berfungsi serta kabel serat optik yang putus akibat banjir dan longsor.

“Sudah ada Satgas di Komdigi. Kami fokus di identifikasi terhadap BTS yang down dan kabel fiber optic yang putus dampak banjir dan longsor, termasuk koordinasi dengan operator dan stakeholder terkait recovery jaringan,” kata Wayan, Sabtu (29/11/2025).

Untuk pembangunan jaringan darurat dan solusinya, Kemenkomdigi sudah menugaskan pihak Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

Koordinasi dengan operator dan pemangku kepentingan juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di daerah bencana.

Upaya pemulihan infrastruktur telekomunikasi ini sejalan dengan berbagai inisiatif pemerintah dalam memperluas akses internet, seperti yang terlihat dalam upaya perluas internet cepat ke ratusan ribu rumah Bnetfit gandeng Linknet yang menunjukkan komitmen jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas digital.

Kondisi Terkini Korban Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan total sementara 174 jiwa meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 luka-laki di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan korban terbanyak, dengan 116 warga meninggal dunia dan 42 orang hilang.

Korban tersebar di sejumlah wilayah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, dan Pakpak Barat.

Bantuan akses internet dari Starlink ini menjadi sangat krusial mengingat banyaknya infrastruktur telekomunikasi yang rusak akibat bencana.

Dalam situasi darurat seperti ini, konektivitas internet berperan penting untuk koordinasi evakuasi, pencarian korban, serta komunikasi dengan keluarga.

Inisiatif Starlink memberikan akses internet gratis ini bukan kali pertama perusahaan tersebut terlibat dalam penanganan bencana.

Sebelumnya, seperti dilaporkan dalam operasi di lokasi kebakaran California, Starlink juga menunjukkan kemampuan respons cepat dalam situasi darurat.

Dukungan teknologi satelit seperti yang ditawarkan Starlink menjadi solusi alternatif ketika infrastruktur terrestrial mengalami kerusakan parah.

Teknologi ini semakin relevan dengan perkembangan bisnis Starlink yang mulai merambah berbagai segmen, termasuk seperti yang diungkap dalam ekspansi bisnis WiFi untuk pesawat terbang hingga kapal laut.

Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam penanganan bencana ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu masyarakat terdampak untuk tetap terhubung dengan dunia luar selama masa-masa sulit ini.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU