“INNOVATING ACROSS BUSINESS”

December 6, 2022    |    Park Regis Arion

OVERVIEW

Imbas perang Rusia Ukraina dan lonjakan inflasi, kondisi ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan tertekan. Hal itu tercermin dari keputusan pemerintah yang menetapkan pertumbuhan ekonomi di ambang batas bawah, yaitu 5,3% pada 2023.

Meski proyeksi ekonomi di tahun mendatang tidak cukup baik, kinerja ekonomi Indonesia masih terbilang positif. Misalnya, nilai tukar rupiah yang relatif terbilang solid dibandingkan negara berkembang lainnya. Pun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I-2022 mampu mencapai 5,23% secara tahunan. Lebih besar dibandingkan negara-negara lainnya, seperti China (0,4%), Amerika Serikat (1,6%), Korea Selatan (2,9 persen), Singapura (4,8%), Taiwan (3,1%), dan Uni Eropa (4%).

Peluang lain juga bisa dilihat dari ekonomi digital Indonesia yang tumbuh pesat hingga berkali-kali lipat di Asia Tenggara. Tercatat ekonomi digital Indonesia tumbuh delapan kali lipat. Pada 2020 sebesar Rp 632 triliun, diperkirakan melompat menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan negara dengan perusahaan rintisan tertinggi keenam di dunia, setelah Amerika, India, Inggris, Kanada, dan Australia, Indonesia. Ini juga sebuah potensi yang besar yang dapat dikembangkan.

PENGANTAR KHUSUS

Tak dapat dipungkiri, penggunaan teknologi merupakan kunci peluang pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia. Saat ini bidang fintech masih mendominasi (23%) disusul ritel (14%). Namun ke depan masih banyak bidang yang perlu diatasi dengan teknologi, di antaranya bidang pangan, kesehatan, dan UMKM.

Tumbuhnya ekonomi digital yang mampu menyokong pertumbuhan perusahaan rintisan dan gaya hidup masyarakat yang serba digital, tak lepas dari jaringan internet yang sudah menjangkau lebih dari 200 juta penduduk.

Berkat massifnya pembangunan jaringan 4G oleh operator selular, jumlah koneksi smartphone bahkan mencapai 345,3 juta, melebihi total penduduk. Hal tersebut, menjadikan Indonesia negara kelima terbesar pengguna internet di dunia. Tak dapat dipungkiri, kehadiran internet cepat seperti 4G dan 5G, sejatinya semakin mendorong tumbuhnya inovasi dan kolaborasi di dunia bisnis. Mengacu pada tantangan dan peluang tersebut, Selular Media Network (SMN) kembali menggelar even tahunan, Digital Telco Outlook 2023, bertajuk “Innovating Across Business ”.

Seperti gelaran sebelumnya, Digital Telco Outlook 2023, akan menampilkan beragam presentasi yang menggugah pemikiran dari para pemimpin industri. Mereka akan berbagi pengalaman tentang upaya transformasi dan kolaborasi, menggarap new business sesuai dengan ekosistem digital yang berkembang saat ini.

WAKTU & TEMPAT
__________________

HARI/TANGGAL

TEMPAT

Panel Discussions

Jam

6 DESEMBER 2022

Park Regis Arion, Kemang Raya No.7, Jakarta 12730

2 Sessions

09:30 dan 13:00

KEYNOTE SPEECH

Dr. Denny Setiawan, ST, MT
Direktur Penataan Sumber Daya

SPEAKERS

Sesi 1

Dr. Denny Setiawan, ST, MT
Direktur Penataan Sumber Daya
Navyta M. Siregar Malonda
SVP Data Centre & Cloud Telkomsigma
Judi Hartono
Country Director Ciena Communications
Alim Gunadi
CEO Smartfren Business
Shaane Harjani
CEO Eranyacloud
President Director ZTE Indonesia, Richard Liang.
Richard Liang Weiqi
CEO ZTE Indonesia
Samuel Pasaribu
VP Area Account Management Telkomsel
Anantharaman Sridharan
Direktur Utama FWD Insurance

Sesi 2

Ronni Nurmal
Head of Network Solution Ericsson Indonesia
Hermansyah Haryono
CEO Surge
Guntur S Siboro
Country Head Lionsgate Play Indonesia
Triwahyuningsih
GH Enterprise Commercial XL Axiata
Lusiana Saleh
Head of Digital Banking, Branchless and Partnership CIMB
Eric Lee
Chief Strategy Officer Erajaya Digital
E.Kurniawan
VP Marketing Management Telkom
Oscar Darmawan
CEO Indodax

*Pembicara Masih Dalam Konfirmasi