Wednesday, June 3, 2020
Home News Enterprise Inggris Berencana Akhiri Keterlibatan Huawei Pada 2023

Inggris Berencana Akhiri Keterlibatan Huawei Pada 2023

-

Jakarta.Selular.ID – Perdana Menteri Boris Johnson berencana mengurangi keterlibatan pembuat peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies dalam jaringan 5G Inggris setelah merebaknya krisis ekonomi akibat pandemi virus corona.

Laporan Surat kabar terkemuka Daily Telegraph, Jumat (22/5), menyebutkan bahwa Johnson telah meminta para pejabat untuk membuat rencana untuk mengurangi keterlibatan China dalam infrastruktur Inggris menjadi nol pada 2023.

Surat kabar itu menambahkan, Johnson diperkirakan akan menggunakan lebih sedikit ketergantungan pada China sebagai sarana untuk meningkatkan pembicaraan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump setelah mundurnya Inggris dari Uni Eropa.

Sejauh ini Downing Street menolak berkomentar atas spekulasi yang beredar itu. Huawei juga tidak segera menanggapi permintaan komentar dari berbagai media, termasuk Reuters.

Sebelumnya pada hari Jumat, The Times melaporkan bahwa Johnson telah menginstruksikan pegawai negeri sipil untuk membuat rencana untuk mengakhiri ketergantungan Inggris pada China untuk pasokan medis vital dan impor strategis lainnya.

Beijing dikritik karena menangani wabah koronavirus, yang dimulai dari Wuhan, China. Beijing membantah keras tuduhan AS yang menganggap tidak transparan tentang wabah itu, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar di seluruh dunia.

“Dia (Johnson) masih menginginkan hubungan dengan China tetapi kesepakatan Huawei akan ditingkatkan secara signifikan. Para pejabat telah diinstruksikan untuk membuat rencana untuk mengurangi keterlibatan Huawei secepat mungkin, ”kata sumber seperti dikutip Telegraph.

Keputusan terbaru yang diambil Boris Johnson mengubah arah kebijakan yang sebelumnya telah diambil oleh Inggris.
Pada akhir April lalu, London menegaskan akan memberikan Huawei untuk memiliki peran dalam membangun jaringan telepon 5G, meski pun dalam keadaan tertentu.

Contohnya, peralatan yang digunakan untuk membangun jaringan 5G dari Huawei tidak boleh melebihi 35% dan tidak akan digunakan di lokasi geografis yang sensitif seperti pembangkit listrik dan pangkalan militer. Selain itu, Huawei tidak akan terlibat ke dalam “peralatan inti” jaringan.

Baca Juga :Masuki Era ‘New Normal’, Telkomsel dan Huawei Perkokoh Kemitraan

Saat itu, Inggris berpendapat bahwa mengecualikan Huawei akan menunda 5G, memunculkan biaya lebih banyak yang ditanggung konsumen, serta menimbulkan gejolak pada industri telekomunikasi.

Namun keputusan itu ditentang keras oleh AS. Menlu AS Mike Pompeo memperingatkan Inggris bahwa informasi Amerika hanya boleh melewati jaringan terpercaya.

TERBARU

Sony Tunda Acara PS5

Jakarta, Selular.ID - Usai mengumumkan bakal menggelar acara PS5  pada 5 Juni, kini Sony...

Epic Game Gratiskan Sludge Life Selama Setahun

Jakarta, Selular.ID – Setelah sebelumnya Epic Game bagi-bagi gratis game GTA V, Civilization VI,...

LG Velvet Tersedia di Pasar Eropa

Jakarta, Selular.ID - Setelah beberapa kali merilis video promosi, LG Velvet akahirnya diluncurkan di...

Latest