IMG_20180111_061824
Jakarta, Selular.ID – Setelah Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia, kini e-commerce Bukalapak mendeklarasikan diri sebagai unicorn

Hal itu diungkapkan Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak di perayaan delapan tahun usia Bukalapak di Jakarta (10/01/18). Menurut Zaky, sejak akhir tahun lalu, Bukalapak sudah santer dikabarkan telah berstatus unicorn, status ini mengisyaratkan kalau Bukalapak memiliki nilai dengan valuasi USD 1 miliar.

“Kalau ditanya sudah unicorn, ya kita sudah,” kata Zaky.

Namun Zaky tidak mau membeberkan lebih detail terkait nilai investasi dan penyandang dana yang membuat Bukalapak punya nilai valuasi USD1 miliar.

Baca Juga:  Bukalapak Dorong Generasi Muda Tidak Bergantung Pada Lapangan Pekerjaan

Zaky lebih suka berbagi pencapaian Bukalapak di usia sewindu. Menurut dia, sampai di  usia delapan tahun merupakan pencapaian yang luar biasa. Pasalnya Bukalapak hadir di kompetisi yang cukup sengit.

Beberapa e-commerce baik global maupun lokal, sudah ada  yang  tutup, tidak berumur panjang, karena begitu beratnya persaingan.

Bukalapak menghadapinya persaingan, dikatakan Zaky, tidak fokus ke kompetisi,. Menurutnya jika hanya fokus di kompetisi, maka akan mengabaikan yang lain, termasuk produksi, padahal itu adalah yang penting.

Baca Juga:  Ada Kejutan dari Bukalapak di Bedug Berkah

“Empat tahun lalu ada e-comeerce uangnya banyak, tapi karena fokus ke kompetisi akhirnya tutup,” katanya.

Namun Zaky menekankan Bukalapak akan tetap mempertahankan kelokalan dalam bisnis yang sudah dirintisnya sejak 2010 lalu itu. Secara struktural kepemilikan, ia menjamin Bukalapak tidak akan jatuh ke tangan asing.

Meski demikian, bukan berarti bisnis startup-nya itu anti-asing. Dia tetap terbuka dan membuka kesempatan bagi pihak asing yang mau berinvestasi di Bukalapak.

Baca Juga:  Tebar Diskon, Cara Bukalapak Klarifikasi 'Skandal Dian'

Ia pun menjelaskan bahwa status unicorn bukanlah prestasi yang harus dirayakan secara berlebihan. Menurutnya, status tersebut hanyalah awal baru dari petualangan Bukalapak yang baru.

Untuk tahun ini, Zaky menegaskan bahwa perusahaanya akan mulai mengembangkan hal-hal baru di luar marketplace.