​Kodpar Akbar Pertama, Bukalapak Ajak UKM Untuk Go Digital

Jakarta, Selular.ID – Sebagai upaya mendukung kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia Bukalapak menggelar kopi darat (Kopdar) Akbar yang pertama kalinya. Kopdar pertama ini diadakan 500 Pelapak yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ahmad Zaky Founder and Ceo Bukalapak menuturkan, dengan adanya Kopdar akbar ini memberikan kesempatan para komunitas dan pelapak untuk belajar dan berkembang bersama menjalankan bisnis mereka di online marketplace Bukalapak.

“Denga Kopdar ini mereka bersama-sama berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital,”ujar Zaky di Jakarta (28/11/16).

Lebih jauh Zaky menyebutkan saat ini UKM digital di Indonesia mencapai target yang maksimal dan masih banyak pelaku-pelaku bisnis dan para UKM yang belum memanfaatkan platform digital maupun melek digital. Menurut Zaki banyak UKM di Indoesia yang harus dibimbing dan diberi edukasi untuk menghadapi berbagai tantangan, seperti peningkatan kapasitas, akses modal dan pendanaan alternatif dan juga akses teknologi.

Komunitas Bukalapak kini sudah mencapai 80 komunitas yang tersebar di 75 kota di seluruh Indonesia. “Dengan adanya komunitas, Bukalapak ingin membantu dan bekerja sama dengan para pelaku UKM dari Sabang sampai Merauke untuk berhubungan langsung dengan pembelinya meski berada di lokasi yang berbeda.

Sementara Ahmad Zabadi, Selaku Direksi Utama Lembaga Layanan Pemasaran Korporasi dan UKM Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia mengatakan UKM Indonesia adalah tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. 

Usaha pemerintah untuk Indonesia Negara Digital se ASEAN pada 2020 harus didukung UKM Indonesia. Namun secara berharap para UKm di Indonesia harus dapat terus semangat untuk mengembangkan pemasarannya dengan lebih kreatif. Diharapkan para UKM bisa memanfaatkan platform digital seperti online marketplace di Indonesia sebagai salah satu wadah untuk pengembangan pemasaran.

“Pemerintah harus terus berupaya memberi dukungan secara berkelanjutan bagi UKM di Indonesia supaya misi untuk menjadikan Indonesia negara ekonomi digital se Asia Tenggara pada 2020 bisa terwujud,”tutur Ahmad Zabadi.