​Indonesia Diharapkan Jadi Pemain Utama IoT di Asia Tenggara

wp-1471241299161.jpgJakarta, Selular.ID – Berbicara mengenai Internet of Thing (IoT) erat kaitannya dengan teknologi yang saling terhubung dan mudah diakses. Inovasi berlabel  smart kini mulai gencar diberitakan, mulai dari smart home, smart car hingga smart city.

Mariam F Barata Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi dan Informatika dalam perhelatan Asia IoT Business Platform ke 9 menjelaskan, bahwa potensi bisnis Internet of thing (IoT) di Asia Pasifik termasuk Asia Tenggara sangat besar.

Bahkan data dari International Data Corporation (IDC) menyebutkan bahwa IoT di Asia Pasific  (tidak termasuk Jepang) diproyeksikan akan bertambah dari 3.1 Miliar perangkat menjadi 8.6 Miliar perangkat.

Hal tersebut akan diiringi dengan pertumbuhan pasar dari US$250 Miliar menjadi US$583 miliar pada periode 2015 hingga 2020.

“Khusus Indonesia yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 235 juta jiwa dan 297 juta jiwa pelanggan sekuler, fakta ini menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ke 4 di dunia ini belum termasuk  perkembangan industri di Indonesia,”ujarnya.

Mariam menuturkan dimana pada 2030 sektor otomotif diperkirakan akan mencapai 46 juta kendaraan. Sementara itu di sektor keuangan ada 4,8 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) yang akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Dengan kondisi seperti itu, Indonesia diharapkan akan menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan IoT terbesar di Asia Tenggara. Indonesia menawarkan peluang yang luar biasa dalam hal skala dan penggunaan solusi IoT atau M2M serta memanfaatkan teknologi melalui perusahaan-perusahaan besar dan pengambilan kebijakan dan memimpin transformasi di seluruh wilayah ASEAN,”pungkas Mariam.