spot_img
BerandaNews​Fintech P2P Lending di Prediksi akan Berkembang Ketimbang Fintech Lainnya

​Fintech P2P Lending di Prediksi akan Berkembang Ketimbang Fintech Lainnya

-


Jakarta, Selular.ID – Sektor finansial memiliki peran yang penting untuk menguatkan perekonomian negara. Oleh karenanya, tak heran sektor finansial akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu bukti adanya penyesuaian sektor finansial dengan perkembangan teknologi ini adalah  Finansial Technologi (Fintech).
Hendrikus Passagi, Peneliti Eksekutif Senior dari Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, bahwa 

Fintech merupakan suatu inovasi pada sektor finansial. Tentunya, inovasi finansial ini mendapat sentuhan teknologi modern, dan di Indonesia industri Fintech sedang tumbuh berkembang.

Dia mengatakan kalau di Indonesia saat ini ada sekitar 51 jenis Fintech, namun dari jumlah itu, Hendrikus melihat yang industrinya akan berkembang dan potensial  adalah jenis Fintech peer to peer lending (P2P) lending.

“Bukan yang lain tidak memiliki kesempatan yang sama, namun ini yang saya lihat akan potensial di Indonesia,” ujar Hendrikus di Jakarta (04/08/16).

Lebih jauh Hendrikus menjelaskan, hadirnya para pemain P2P lending seperti sekarang ini dapat melengkapi sistem perbankan untuk menjangkau para investor perorangan maupun peminjam dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dia percaya dengan adanya transparansi dan keterbukaan pasar yang memungkinkan peminjam dan investor memiliki akses terhadap informasi yang dilengkapi dengan teknologi dan perangkat analisis dapat membuat pembiayaan menjadi lebih terjangkau.

“Kami percaya P2P lending memiliki kekuatan untuk memfasilitasi penyebaran pendanaan yang lebih efisien, meningkatkan daya saing UMKM, dan menjembatani pemerataan ekonomi di Indonesia,” tuturnya.

Hendrikus menyebutkan salah satu hal yang harus dihadapi para pemain P2P lending adalah regulasi. Mengenai hal ini Hendrikus optimis mereka akan mendapat dukungan, termasuk juga dari para pemain konvensional, seperti pihak Bank.

Sementara untuk perlindungan konsumen, Hendrikus menegaskan bahwa pelaku P2P lending harus memperhatikan konsumen, artinya yang meminjamkan uang dan si peminjam.

Si peminjam uang harus diyakini bahwa uangnya akan kembali, sementara si peminjam harus bisa mengembalikan uang dengan aturan yang sudah ditentukan.

“Jangan juga kalian melihat konsumen itu hanya yang memberi pinjaman, si penerima pinjaman juga kita proteksi jangan sampai dia sudah meminjam banyak, namun sulit untuk mengrmbalikan,” pungkas Hendrikus

Artikel Terbaru