Startup Asal Bandung Ini Ingin Majukan Industri Peternakan Tanah Air

Startup Asal Bandung Ini Ingin Majukan Industri Peternakan Tanah Air

SHARE

Kandang.in

Jakarta, Selular.ID – Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Bandung telah memasuki tahap Bootcamp. Bootcamp Bandung diikuti oleh 13 tim. Melalui rangkaian penilaian dan seleksi, pada Bootcamp Bandung terpilih tiga tim yang lolos langsung ke tahap Inkubasi. Ketiga tim tersebut adalah Start Zakat, Daki Uki dan Kandang.in.

Start Zakat adalah platform pembayaran zakat online yang menghubungkan muzakki dengan 516 organisasi pengelola zakat di Indonesia. Sedangkan Daki Uki adalah startup yang menyediakan platform untuk meningkatan efisiensi manajemen pemesanan UMKM. Dan Kandang.in yang merupakan startup yang menyediakan platform investasi syariah di bidang peternakan yang menghubungkan antara peternak potensial di daerah dengan investor di perkotaan.

Untuk Kandang.in, kelolosannya ke tahap Inkubasi diharapkan dapat menjadi langkah mereka untuk membantu peternak hewan yang selama ini kesulitan untuk mengembangkan usahanya.

“Kandang.in adalah platform investasi syariah di sektor peternakan yang mengelola dana investor, melakukan pembinaan dan pelatihan untuk para peternak, dan memberikan bantuan untuk modal awal peternak,” jelas Founder Kandang.in, Gilang Kurniadi yang merupakan salah satu peserta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Bandung.

Berangkat dari hasil observasi sederhana, Gilang yang kala itu sedang melakukan tur antar provinsi melihat banyak kandang peternakan yang kosong di desa-desa yang ia lalui. Rasa penasaran mendorong jebolan Jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung ini untuk bertanya langsung ke warga sekitar.

“Setelah mengobrol dengan warga, saya baru tahu ternyata mereka kesulitan dalam mendapatkan modal untuk usaha ternaknya makanya banyak kandang kosong itu. Meminjam ke bank tidak menjadi pilihan karena syaratnya banyak dan sulit, demikian juga dengan meminjam ke rentenir, bunganya tinggi sekali,” ujar Gilang.

Melihat masalah tersebut Gilang tidak langsung terpikir untuk membuat Kandang.in, ia justru memutuskan untuk mencoba langsung menginvestasikan uangnya di salah satu peternak di kampung halamannya. Setelah dijalani, ternyata hasilnya sangat menguntungkan dan Gilang mulai mengajak rekan-rekan serta keluarganya untuk melakukan hal serupa. Ajakan Gilang tersebut mendapatkan respon yang positif.

“Berangkat dari hal tersebut, saya mendaftarkan diri ke Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Harapannya ide saya untuk membuat platform yang menghubungkan investor dan peternak dengan menggunakan konsep investasi syariah, dapat divalidasi dan direalisasikan,” ujar Gilang lebih lanjut.

Memiliki tujuan mulia untuk membantu para peternak di desa yang kekurangan modal dan membantu mengatasi keadaan Indonesia yang sedang defisit daging nasional sebesar 40 persen, tidak menghalangi Kandang.in dalam menemukan berbagai kendala dalam membangun bisnisnya.

“Salah satu kendala paling besar yang dialami itu, karena saya dan rekan-rekan saya tidak memiliki latar belakang keahlian di bidang peternakan. Hal ini yang kadang membuat kami mengalami kesulitan dalam hal operasional dan strategi bisnis, jadi masih sering meraba-raba.”

Kendala tersebut tidak menghentikan langkah Gilang bersama dua co-founder-nya, Ginanjar dan Fransiskus. Mereka berinisiatif untuk mengikuti berbagai pelatihan mengenai bisnis peternakan. Selain itu mereka juga terbuka untuk menerima pihak yang ahli di bidang peternakan untuk bekerja sama dengan mereka, asal tetap memiliki visi dan misi yang sama.

“Semoga Kandang.in dapat segera diresmikan dan direalisasikan, sehingga dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Jadi kita sebagai generasi muda dapat memberikan dampak yang baik kepada Indonesia. Untuk industri startup di Indonesia semoga juga ke depannya dapat semakin memberikan solusi yang cerdas dan cemerlang dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada di negeri ini,” tutup Gilang.

URL: http://selular.id/898Ncm