HBO Diretas: Apa Yang Bisa Dipelajari?

HBO Diretas: Apa Yang Bisa Dipelajari?

SHARE

hbo hack
Jakarta, Selular.ID – Beberapa minggu lalu stasiun tv HBO diretas. Jaringan kabel premium dan jaringan televisi satelit asal Amerika itu menjadi target dari salah satu kasus peretasan yang masif. Stasiun TV yang dimiliki oleh Time Warner itu tayang di lebih dari 150 negara termasuk Indonesia, melalui layanan tv berbayar.

Seperti kasus peretasan pada umumnya, tujuan mereka adalah untuk mengambil data-data tertentu yang dimiliki target, tetapi ada juga kasus peretasan yang bertujuan menghancurkan data atau sistem tertentu sehingga berdampak pada kerusakan digital. Nah, peretas yang menyerang HBO, mencuri 1,5 terabyte data dari dalam jaringannya, termasuk episode yang akan datang untuk acara seperti Ballers, Room 104 dan Game of Thrones, salah satu acara yang paling ditunggu penggemar di seluruh dunia.

Indonesia pun tidak luput dari kasus peretasan, yang telah terjadi berulang kali. Di tahun 2017 sendiri, terdapat beberapa kasus yang mewarnai berita di media masa nasional dan social media, serta menjadi topik obrolan banyak orang. Peretasan terjadi pada perusahaan-perusahaan dari beberapa industri, termasuk industri telekomunikasi, jasa pembelian tiket online hingga organisasi pemerintah.

Beberapa kasus ini terjadi karena ketidaksenangan orang atau pekerja dari perusahaan-perusahaan yang ingin mencoreng nama bagus perusahaan tersebut. Serangan-serangan tersebut menjadi sebuah peringatan bagi perusahaan penting lainnya untuk memperbaiki sistem keamanannya.

Dalam beberapa dekade terakhir ini, terlihat evolusi yang signifikan dalam skala dan kecanggihan organisasi para peretas, bersamaan dengan jenis bisnis yang mereka targetkan. Sebelumnya, peretas cenderung menargetkan bank dan organisasi keuangan lainnya dengan tujuan untuk mencuri informasi dan transaksi keuangan. Namun karena organisasi ini telah memperbaiki standar keamanan dan mulai mengunci sistem mereka, para peretas mulai mencari target yang lebih mudah.

Seperti yang telah diprediksi oleh The Next Tier 8 Security Predictions for 2017, sebuah laporan yang diterbitkan oleh CSO, tahun 2017 ini bisa dibilang menjadi babak baru bagi para peretas, dimana pelaku kejahatan dunia maya akan lebih agresif melakukan penyerangan demi mereguk keuntungan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada seiring dengan pesatnya teknologi.

Semua teknologi yang dibutuhkan untuk melindungi perusahaan dalam menghadapi serangan siber ini telah tersedia dari perusahaan seperti BlackBerry. Perlindungan seperti Enterprise File Synchronisation and Sharing telah digunakan oleh beberapa perusahaan untuk menyebarkan berkas-berkas yang terenkripsi dengan aman dan mengendalikan hak digital dari berkas-berkas tersebut setelah meninggalkan jaringan mereka. Menggunakan solusi komunikasi yang aman berarti berkomunikasi dengan pihak luar melalui jalur aman; baik email, teks, telepon atau pesan instan.

Solusi terpadu lainnya seperti Unified Endpoint Management (UEM) juga menjadi kunci dalam mengamankan dan mengendalikan semua titik Teknologi Informasi, termasuk komputer desktop, laptop, perangkat seluler atau perangkat-perangkat IoT. Selain itu, organisasi dapat menggunakan layanan konsultasi keamanan siber untuk menilai pertahanan mereka, dengan mensimulasikan serangan-serangan yang mungkin terjadi di dunia nyata.

URL: http://selular.id/bheStS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here