​Dikudeta Oppo, Asus Gagal Pertahankan Posisi Nomor Dua

​Dikudeta Oppo, Asus Gagal Pertahankan Posisi Nomor Dua

2458

wp-1473726577139.jpgJakarta, Selular.ID – Pasar smartphone yang semakin sexy, membuat kompetisi antar vendor di Indonesia semakin berlangsung sengit. Tidak mudah mempertahankan posisi yang telah diraih, ditengah gempuran pemain lain yang terus berusaha mencuri market share. Alhasil, layaknya pertarungan di liga sepak bola terkenal, posisi dalam klasemen rawan berganti. 

Tengok saja laporan Lembaga riset Counterpoint terhadap pasar smartphone di Indonesia sepanjang Q2 2016. Salah satunya mengenai peringkat vendor yang sukses meraup pangsa pasar terbanyak.

Samsung memang masih kokoh di puncak sebagai pemimpin pasar. Vendor asal Negeri Ginseng ini sukses meraup 22%. Keberhasilan ini tidak lepas dari beberapa smartphone Samsung seri J yang laris manis di pasar. Samsung seri J menyumbang lebih dari 50% dari total penjualan smartphone Samsung.

Namun posisi kedua menunjukkan perubahan. Oppo ternyata mampu mengkudeta Asus. Padahal Asus sudah bercokol di posisi runner up sejak beberapa kuartal terakhir. Vendor asal Tiongkok ini berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 17%. Hal ini juga membuat Indonesia menjadi pangsa pasar smartphone terbesar kedua bagi Oppo setelah Cina, disusul India yang menjadi negara ketiga.

Menurut Counterpoint kesuksesan Oppo berkat upaya mereka yang serius menggarap pasar Indonesia. Mulai dari melakukan investasi manufaktur sejalan dengan aturan TKDN, mengekspansi kanal distribusinya hingga program marketingnya yang sangat gencar dilakukan. Positioning yang kuat sebagai camera phone, membuat smartphone besutan Oppo seperti Seri Miror dan F1 terbukti mampu menjadi pilihan konsumen.

Di sisi lain Asus harus puas di posisi ketiga karena hanya berhasil meraih pangsa pasar 14%. Lembaga riset yang berbasis di Hong Kong itu mencatat, smartphone Asus seri Zenfone C paling laku terjual dan memberi andil pada perolehan pangsa pasar brand asal Taiwan itu di Indonesia.

Baca Juga:  17 Smartphone Terbaru yang Wajib Ditunggu di 2017

Tergesernya Asus dari posisi kedua memang menjadi tantangan bagi vendor yang sebelumnya bermain di pasar notebook itu. Selain persoalan TKDN, kualitas smartphone buatan Asus juga mengecewakan. Selular sendiri pernah melakukan penelusuran dengan menemukan fakta bahwa  Zenfone 2 Series juga banyak ditemui di service center untuk di perbaiki. Artinya, seri ini yang paling banyak mengalami kerusakan.

(Baca: Diantara Produk Asus, Zenfone 2 Paling Banyak Rusak)

Berturut-turut di posisi keempat, ada Evercoss yang pangsa pasar 6,4% dan  Andromax sebesar 5,9%. Menurut Counterpoint, perubahan strategi yang dilakukan Evercoss turut mempengaruhi penurunan pemasaran selama Q2 2106. Salah satunya karena Evercoss melakukan strategi dengan menaikan average selling price (ASP) atau rata-rata harga jual. Sedangkan anjloknya Andromax lantaran belakangan ini Smartfren justru gencar melakukan strategi multibrand agar pengguna 4G mereka terus meningkat.

Mengacu kepada hasil riset Counterpoint pada kuartal kedua 2015, peringkat lima besar terlihat mengalami perubahan signifikan. Kecuali Samsung, dua hingga lima penguasa pasar bertukar posisi. Bahkan, sukses Oppo menyodok ke posisi kedua membuat salah satu vendor harus terpental, yakni Advan.

Sebelumnya Evercoss berada di posisi kedua setelah Samsung dengan perolehan 14,3%, Samsung 24,2%, Advan 11%, Smartfren (Andromax) 10,4%, dan Asus 8,8%.

URL: http://selular.id/Q6ckGL