Xiaomi BM Menjamur, Pedagang Tetap Anjurkan Asus

Xiaomi BM Menjamur, Pedagang Tetap Anjurkan Asus

SHARE

asus-zenfone-2Jakarta, Selular.ID – Kepopuleran Asus di mata pemakai ponsel tanah air sangat kentara ketika Anda mengunjungi pusat perbelanjaan ponsel, terutama Jakarta dan sekitarnya. Kombinasi harga dan spesifikasi apik, serta ragam varian, membuatnya semakin diincar calon konsumen.

Seperti yang terlihat di gerai-gerai ponsel di ITC Depok dan PGC. Hampir setiap konter, kedapatan memajang setidaknya satu model seri Zenfone. Bahkan, tidak sedikit konter yang menaruh beberapa tipe sekaligus di dalam etalase kacanya.

Asus tak sendiri yang berjaya di pasar Indonesia. Sejak satu tahun kemarin, ia memiliki pesaing tangguh. Selain ponsel asal vendor Taiwan itu, Anda juga mudah menemukan ponsel Xiaomi. Baik yang resmi atau pun yang Black Market (BM). Namun kuantitasnya jauh lebih banyak BM, karena banyak model terbaru Xiaomi belum kunjung edar resmi di Indonesia, sehingga produk BM Xiaomi menjamur di pusat perdagangan ponsel.

Selain dua nama yang tengah naik daun itu, brand-brand yang masih terus menjadi incaran pembeli adalah Samsung dan Advan. Merek pertama biasanya dicari calon pembeli yang selalu mengikuti info seputar ponsel terkini. Sementara merek kedua, kerap dicari oleh calon pembeli yang cenderung mempertimbangkan harga.

Ketika para pedagang ditanya mana yang lebih baik untuk konsumen beli dari empat merek di atas, mereka sepakat menyarankan Asus. Kendati mereka tahu kalau itu akan sangat “tergantung pembeli nyarinya yang apa”.

Ratna, penjaga kios W-2 Cellular, memaparkan kalau di PGC, konsumen lebih sering cari tablet yang murah, dan Advan pilihan terbaik karena banyak varian dan harganya bervariasi. Sementara konsumen yang menanyakan ponsel Samsung biasanya sudah “saklek”, tidak bergeming ketika ditawarkan merek lain.

PGC

Nah, kategori konsumen di antara dua tipe tadi, yang mempertimbangkan aspek harga juga spesifikasi, cenderung memilih Asus atau Xiaomi.

Ayu, penjaga Balian Cell, di ITC Depok, mengatakan bila konsumen bingung mau pilih mana, ia selalu menyarankan untuk memilih Asus. “Soalnya kan Asus service center nya jelas. Beda ama Xiaomi yang cuman garansi distributor.”

Tapi meski sudah diberi saran diakui Ratna dan Ayu, tidak berpengaruh banyak. Kalau pembeli sudah kukuh mau membeli Xiaomi, mereka toh tetap membelinya, walau dengan risiko layanan purna jual ala distributor. Karena memang barang yang mereka jual, asli produksi Xiaomi, jadi pembeli tidak takut dengan kualitasnya. (edk)

URL: http://selular.id/IPlT9p