Inilah 5 Model E-commerce yang Ramaikan Pasar Tanah Air

Inilah 5 Model E-commerce yang Ramaikan Pasar Tanah Air

2041
Ignatius Untung (kanan) di Social Media Week 2015, (foto: Choi/Selular.ID)
Ignatius Untung (kanan) di Social Media Week 2015, (foto: Choi/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Indonesia merupakan pasar paling potensial untuk menjamurnya bisnis e-commerce. Sejumlah brand toko online mulai merasa tumbuh subur diserbu setelah jalurnya dimanfaatkan oleh segelintir vendor guna menjajakan produk secara eksklusif. Setidaknya ada lima macam model bisnis e-commerce yang berkembang di Tanah air, menurut perwakilan Kaskus saat Selular.ID temui di event Social Media Week, hari ini (23/2/2015)

Model bisnis yang pertama adalah Private website. Toko online yang menerapkan model ini menggunakan platform Blogspot, WordPress, Shopify, dan sebagainya. Kelebihan dari sistem ini antara lain bisa mengelola secara keseluruhan, akses database yang tak terbatas, serta mampu berinteraksi dengan visitor/pelanggan lebih dekat. Meski kendali seutuhnya berada di tangan penjual, namun mereka harus mengerahkan segala usaha untuk memaksimalkan trafik.

Lalu model yang kedua yakni Classified. Contohnya seperti Kaskus FJB dan OLX. Keuntungan yang diperoleh kedua toko online tersohor itu antara lain trafik yang besar, interaksi langsung antara penjual dengan pembeli, serta commerce yang costumizable.

“Model bisnis seperti classified perlu membangun faktor Trust (kepercayaan) yang sangat kuat karena sistem di sini hanya sebagai wadah untuk hubungan antara seller dan buyer, tanpa ikut campur dalam transaksi,” ujar Ignatius Untung, VP Marketing Kaskus Indonesia. Berangkat dari model bisnis seperti ini, Untung menyarankan agar pembeli bisa jeli dalam memilih penjual yang sebenarnya bukan hanya tergiur barang murah.

Baca Juga:  ‚ÄčAjak Masyarakat Berbagi, Tokopedia Sediakan Fitur Donasi

Model ketiga adalah Group Buying. Toko online yang memakai platform ini antara lain Groupon dan Ensogo. Seperti model Classifed yang memerlukan kapasitas trafik besar, Group Buying juga mengandalkan fasilitas Scarcity sebagai pembeda dengan model e-commerce lainnya. Scarcity adalah penawaran menarik yang diajukan oleh toko online namun dalam jangka waktu terbatas. Menurut Untung, model bisnis seperti ini membawa impact besar bagi perusahaan.

“Misalkan suatu online memberikan diskon besar-besaran tapi dalam waktu tiga hari saja. Biasanya trik ini sukses menggaet customer yang takut ketinggalan diskon,” timpalnya.

Lebih lanjut, model keempat merupakan Business-to-Customer (B to C), dengan contoh seperti Lazada dan Blibli. Syarat membangun toko online B2C diharuskan memiliki bujet yang besar. Di sini, seller bertindak sebagai penyedia barang keseluruhan. Oleh karenanya, model bisnis B2C menjadi pilihan tepat bagi vendor ponsel yang ingin memanfaatkan jalur online untuk menjual produknya secara eksklusif. Sebut saja Xiaomi dan penjualan Android One.

Dan, model e-commerce terakhir tak lain adalah Marketplace. Contohnya meliputi Tokopedia, Qoo10, dan Elevania. Marketplace seakan menjadi ajang pertarungan antara sesama penjual dalam menggaet konsumen. Para pelaku Marketplace tidak membatasi penjual dalam kebijakan menentukan harga karena “perang” diskon menjadi bumbu yang meramaikan pasar e-commerce. (bda)

URL: http://selular.id/BtFxDU