Indonesia Terbelakang Dalam Hal Inklusi Keuangan

Indonesia Terbelakang Dalam Hal Inklusi Keuangan

1137

non tunaiJakarta, Selular.ID – Pemerintah saat ini sedang gencar mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai bersama sejumlah institusi keuangan dan juga operator selular dimana produk keuangan juga kini telah merambah ke dalam bisnis yang dilakukan oleh operator.

MasterCard merilis hasil penelitian global terbaru yang berjudul “A Progressive Approach to Financial Inclusion” yang memaparkan perkembangan 30 negara maju dan berkembang, termasuk delapan negara di kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia, Bangladesh, Filipina, India, Malaysia, China, Jepang, dan Singapura guna membuka akses dan mendorong penggunaan berbagai produk keuangan.

Selama ini pengukuran akses inklusi keuangan berfokus pada ketersediaan alat-alat keuangan, tetapi di era digital dimana berbagai platform  seperti mobile banking, money banking yang tersedia di mana saja, tentunya membuat hal ini menjadi kurang relevan.

Dalam laporan tersebut sebagian besar negara-negara Asia Pasifik berusaha mengembangkan inklusi keuangan. Indonesia, masih berada di tahap awal pada perkembangan inklusi keuangan bersama dengan Bangladesh, dan India. Dalam studi ini, Singapura adalah pasar dengan perkembangan tercepat di antara negara-negara yang disurvei. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Singapura berada di tahap “Most Advanced.”

A Progressive Approach to Financial Inclusion”berfokus pada adopsi, atau kepemilikan suatu produk keuangan sebagai definisi akses. Demikian pula dengan pengukuran penggunaan yang sebelumnya diukur dengan menentukan tingkat penggunaan, dimana pada laporan ini berfokus pada metode penggunaan dan manfaat yang diberikan produk tersebut.

Kesenjangan inklusi keuangan yang tercatat dalam penelitian“A Progressive Approach to Financial Inclusion” MasterCard menyoroti pentingnya inovasi, kemitraan antara pihak publik dan swasta dan edukasi konsumen untuk meningkatkan partisipasi.

Menurut laporan tersebut Setengah populasi penduduk usia dewasa di dunia tidak memiliki akses keuangan dasar yang seharusnya dapat digunakan untuk mempersiapkan dana darurat, simpan pinjam, atau untuk mendapatkan produk asuransi perlindungan diri dari kejadian-kejadian tak terduga. Negara-negara yang mampu memperluas inklusi keuangan dapat membangun dasar pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

URL: http://selular.id/GXXXt