Twitter Gunakan Dua Mekanisme Untuk Konten Negatif

Twitter Gunakan Dua Mekanisme Untuk Konten Negatif

SHARE

IMG_20170804_151413Jakarta, Selular.ID
Kementriaan Komunikasi dan Informatika kembali mengadakan pertemuan dengan Twitter, yang kali ini diwakili oleh Agung Yudha Public Policy Lead Twitter dan Kathleen Reen (Twitter Asia Pacific).

Dalam pertemuan tersebut dikatakan Semuel Abrijani Pangerapan (Semmy), Dirjen Aplikasi Informatika menuturkan, Ada beberapa pemahaman yang dicapai, termasuk komitmen Twitter terhadap konten radikal dan teroris, termasuk child pornografi. 

“Sudah dilakukan sebelumnya, tapi mendorong ekslakasinya agar lebih cepat lagi,” tutur Semmy di Jakarta (04/08/17)

Ada dua mekanisme yang disepakati Twitter dikatakan Semmy menggunakan dua cara, pertama menggunakan flagging seperti Google, kedua memakai formulir khusus. Cara flagging seperti pelaporan oleh pengguna lain. Tapi Kominfo akan diberikan akses khusus dengan trusted flagger.

“Pengguna bisa mengadukan konten ke Twitter, tapi penanganannya lama karena banyaknya antrian. Dengan diberikan trusted flagger, Twitter akan memberikan prioritas penanganan,” kata Semmy.

Akun yang mendapat trusted flagger memiliki rating yang akan menentukan lamanya penanganan. Jika mereka selalu melaporkan konten yang benar-benar melanggar aturan, maka rating mereka akan terus naik. 

Sebaliknya, jika melaporkan konten yang sebenarnya tidak bermasalah, maka rating trusted flagger sebuah akun akan berkurang. Sehingga setiap laporan mereka nantinya akan lambat ditangani.

Semmy juga mengatakan, dalam kasus tertentu, sebuah konten kerap dianggap melanggar undang-undang, tapi dalam aturan pemilik platform hal tersebut tidak dianggap bermasalah. Misalnya pornografi, karena menurut Semmy, takaran pornografi tiap negara itu berbeda. Belum tentu apa yang dikategorikan pornografi di Indonesia akan sama dengan negara lain.

Bila ditemukan kasus seperti ini, maka pelaporan konten tidak menggunakan trusted flagger. Twitter menyediakan formulir khusus untuk itu yang diisikan oleh Kominfo dengan menyertakan aturan yang berlaku. Meski dua mekanisme ini berbeda cara pelaporannya, pihak Twitter mengupayakan cepat dalam penanganannya. Akan langsung diatasi 1×24 jam, tapi bisa saja lebih cepat. 

URL: http://selular.id/cOnhu0