Dibalik Langkah Apple Merangsek ke Pasar India

Dibalik Langkah Apple Merangsek ke Pasar India

SHARE

iphone di indiaJakarta, Selular.ID – Meski menghadapi tantangan yang tak ringan dari rival terberatnya, Samsung, serta vendor-vendor asal China yang semakin agresif, kinerja Apple pada tahun ini kembali hijau.

Apple melaporkan peningkatan pendapatan pada kuartal kedua 2017 yang berakhir per 1 April lalu. Vendor yang berbasis di Cupertino, California, itu meraup 52,9 miliar dollar AS atau Rp 705 triliun. Angka itu naik 50,6 miliar dollar AS (Rp 674 triliun) pada periode yang sama 2016.
“Kami bangga melaporkan hasil kuartal Maret 2017 yang kuat, dengan pertumbuhan pendapatan yang cepat dari kuartal Desember 2016. Permintaan untuk iPhone 7 Plus juga terus meningkat,” ujar Tim Cook, CEO Apple.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa penjualan unit iPhone pada kuartal ini hanya 50,8 juta unit. Angka itu lebih rendah dari penjualan iPhone pada periode yang sama tahun lalu, yakni 51,2 juta unit.

Selain itu, angka 50,8 juta unit juga lebih sedikit ketimbang prediksi para analis yang mematok angka penjualan iPhone kuartal kedua 2017 mencapai 52 juta unit.

Cook beralibi, terjadi perlambatan kebiasaan masyarakat dalam membeli iPhone. Bisa jadi mereka menanti-nanti iPhone keluaran terbaru pada September mendatang.

Meski secara unit tak mencapai target, Tim Cook tetap senang. Pasalnya, penjualan perangkat iPhone telah menembus angka 1,2 miliar unit sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2007. Terlebih, penjualan iPhone 7 maupun iPhone 7 Plus diketahui melebihi dari penjualan iPhone 6s, yang pada saat itu merupakan perangkat top of the line pada 2015.

“Hasil penjualan iPhone saat ini sangat mengesankan, dengan permintaan dari pembeli yang sangat kuat terutama dijajaran produk kami yang esklusif. Kedua perangkat iPhone 7 dan 7 Plus menjadi yang paling popular dibandingkan dengan iPhone 6s,” beber Tim Cook.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, Apple bersiap meluncurkan iPhone generasi terbaru. Yakni, iPhone 8 yang digadang-gadang akan diperkenalkan pada September mendatang. Produk terbaru ini memiliki desain yang ekslusif karena tidak adanya tombol fisik di perangkat. Selain itu, Apple diketahui bakal menggunakan pemindai 3D khusus untuk fitur pengenalan wajah dan memverifikasi identitas.

Anjlok di China
Meski penjualan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus mampu membuat kinerja Apple membaik, tak dapat dipungkiri Apple kehilangan market share yang besar di China. Padahal, selama bertahun-tahun sebelumnya, negeri tirai bambu itu menjadi penyokong terbesar bagi pundi-pundi Apple.

Menurut kajian Counterpoint Research, selama 18 bulan terakhir, penjualan kuartalan Apple di China telah anjlok lebih dari USD10 miliar. Turun dari USD18,4 miliar pada Q4 2015 menjadi hanya USD8 miliar pada Q2 2017. Ini adalah pencapaian terburuk bagi Apple, karena total pendapatan tersebut anjlok hingga 10 persen tahun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya di China, menyusutnya pangsa pasar Apple juga terjadi di Hong Kong dan Taiwan. Di kedua wilayah itu, Apple harus menerima kenyataan market share mereka tergerus menjadi hanya 9 persen pada periode Januari-Juni. Padahal di paruh pertama 2015, Apple masih mengantungi 14 persen ceruk pasar.
Tercatat, pengiriman iPhone di China sepanjang kuartal kedua 2017 turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Padahal, di saat bersamaan, pengiriman iPhone di seluruh dunia meningkat 3 persen menjadi 41 juta unit, sejalan dengan permintaan pasar smartphone yang cenderung meningkat.

Meski mengalami peningkatan, namun di Q2 2017, pangsa pasar smartphone Apple secara global turun menjadi 11,2 persen dari 11,3 persen dibanding Q2 2016.
Penyebabnya, menurut catatan Counterpoint, Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi, sukses meningkatkan pangsa pasar setidaknya hingga 1,5 persen. Keempat vendor yang berbasis di China itu mampu menyumbang 48 persen pengiriman global di Q2 2017, sekaligus menekan Apple dan Samsung.

Invasi ke India
Meski mengalami tekanan hebat di China, pada Mei 2017, Apple mulai memproduksi smartphone iPhone SE di India, pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah China dan salah satu yang paling cepat berkembang. India merupakan satu dari dua negara, di mana iPhone diproduksi setelah China.

Selama berbulan-bulan Apple mendorong pemerintah India untuk meminta pengabaian bea masuk impor komponen dan peralatan selama 15 tahun. Tak hanya itu, Apple juga meminta pengecualian dari 30 sumber kebutuhan lokal negara tersebut.

Belum lama ini, Apple telah meminta pemerintah India agar bisa memberikan keringanan pajak kepada pemasoknya. Apple berkilah, hal ini bertujuan untuk mempercepat India menjadi pusat manufaktur utama untuk komponen smartphone dan iPhone.

Namun, pemerintah India mengatakan tidak akan memberikan pengecualian kepada satu perusahaan. Meski demikian, pejabat pemerintah sedang menyusun sebuah kebijakan baru yang akan berlaku untuk semua pembuat perangkat.

Meski belum sepenuhnya keinginan Apple bisa dipenuhi, India terus meyakinkan Apple agar segera memperluas pasar ke negara tersebut. Kehadiran Apple di India sangat mendukung kampanye Perdana Menteri Narendra Modi yang ingin agar India bisa menjadi pusat manufaktur smartphone dunia.
Bagi Apple sendiri, pilihan menjadikan India sebagai basis produksi, tak lepas dari berbagai hambatan yang diterima Apple di China karena pemerintah di sana terus memperketat kontrol melalui internet.

Selain regulasi internet yang tak segalak China, Apple tak bisa menafikan India yang disebut-sebut menjadi kawasan dengan potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Pasifik. India dengan jumlah populasi terbesar kedua di dunia, adalah pasar masa kini sekaligus pasar masa depan.

GSM Association memprediksi jumlah pengguna komunikasi lewat perangkat mobile di Asia Pasifik akan meningkat hingga 3,1 miliar unit pada tahun 2020. India disebut akan menjadi kunci pertumbuhan layanan mobile di kawasan tersebut. India diprediksi akan menjadi salah satu dari empat negara dengan pasar terbesar dalam hal pengguna terbanyak.

Tiga negara lain dengan pasar mobile terbesar adalah China, Indonesia dan Jepang. Jumlah pengguna dari empat negara itu sudah mencakup lebih dari tiga perempat dari total pengguna di kawasan Asia Pasifik.

Menariknya, tak hanya dari sisi perangkat, potensi pasar India juga datang dari aplikasi. Diketahui, India menjadi negara nomor satu dengan pengguna smartphone yang banyak dalam menginstal aplikasi. Negara lain yang mengikuti adalah Brasil, Cina, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Doyannya masyarakat India dalam mengakses aplikasi, merupakan potensi yang sangat penting bagi Apple. Seperti diketahui, lewat Apps Store, Apple Music dan Apple Pay, Apple menjadikan aplikasi, musik dan pembayaran online sebagai sumber revenue yang tak terbatas.

URL: http://selular.id/Jn3oHm