AIPTI: Ada Tiga Langkah Untuk Menghentikan Peredaraan Ponsel Ilegal

AIPTI: Ada Tiga Langkah Untuk Menghentikan Peredaraan Ponsel Ilegal

SHARE

Ali Soebroto AIPTI

Jakarta, Selular.ID – Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh Internasional Telecommunication Union (ITU) dan kantor kekayaan intelektual Uni Eropa (EUIPO) di tahun 2015 ponsel ilegal yang beredar di Indonesia telah menyebabkan Produsen dan distributor ponsel kehilangan 20,5% pendapatannya.

Tidak hanya itu saja, Saat ini, sebanyak 60 juta unit ponsel terjual di Indonesia dalam waktu satu tahun, dan sebanyak 20% atau sekitar 12 juta unit dari ponsel tersebut merupakan perangkat ilegal. Hal ini menimbulkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1 triliun per tahun.

Hal itu diungkapkan Ali Soebroto Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI), sehingga Ali meminta masyarakat dan pemerintah konsisten untuk menangkal masuknya ponsel ilegal di Indonesia.

Menurut Ali ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk menangkal peredaran ponsel ilegal atau setidaknya meminimalisir peredaran ponsel ilegal di Indonesia.

Pertama adalah rutin melakukan operasi pasar. Diakui Ali cara seperti ini memang kurang disukai penjual yang biasa menyediakan barang ilegal. Yang kedua adalah border control Bea Cukai. Lembaga ini harus jelas pemeriksaannya terhadap barang-barang yang masuk. Ketiga adalah peran serta operator. Misalnya, dengan memblokir berdasarkan nomor International Mobile Equipment Identity ( IMEI). Nomor IMEI berlaku layaknya nomor identitas sebuah ponsel.

“Nomor ini bersifat unik dan selalu disertakan pada ponsel. Operator telekomunikasi biasanya memakai IMEI untuk mengidentifikasi ponsel yang mengakses jaringannya, jadi kalau menemukan hal itu bisa saja melakukan blokir, “tutur Ali.

Untuk melakukan pemblokiran tersebut, pemerintah tidak bisa sendirian. Mereka mesti bekerja sama dengan operator, sehingga setiap IMEI yang tidak terdaftar di pemerintah akan diblokir oleh operator telekomunikasi.

Sementara untuk membedakan perangkat ilegal dan resmi sendiri memang cukup sulit. Menurut Ali karena secara bentuk dan spesifikasi relatif sama. Tapi, memang kebanyakan ponsel ilegal selalu dibanderol jauh lebih murah ketimbang yang resmi.

Namun cara yang mudah adalah memeriksa berasal dari negara mana ponsel itu. Jika dalam dus kemasan dan di dalmnya tertera made-in Indonesia itu adalah produk resmi, juga nomor IMEI jika nomor IMEI di dus dan dalam ponsel tidak sama sudah dipastikan itu adalah produk ilegal.

Ali menyarankan lebih baik membayar lebih mahal untuk membeli produk resmi. Sebab keuntungan yang diterima konsumen jauh lebih banyak. Paling utama adalah ketenangan, konsumen akan mendapat garansi resmi. Dengan demikian, ketika terjadi kerusakan perangkat, mereka dapat mengklaim perbaikan di service center.

Ketika disinggung brand mana yang banyak ponsel ilegalnya, Ali pun keberatan untuk menyebutkan. Ali berharap pemerintah dan masyarakat harus turut berperan serta untuk mengatasi masuknya ponsel ilegal di Indonesia. Pasalnya, jika tidak ditanggulangi, maka akan merusak pasar.

URL: http://selular.id/s7o0s9

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here