CEO Telegram: Terjadi Kesalahan Komunikasi dengan Pemerintah Indonesia

CEO Telegram: Terjadi Kesalahan Komunikasi dengan Pemerintah Indonesia

SHARE

pavel-durov-telegram
Jakarta, Selular.ID – Setelah layanannya diblokir oleh pemerintah RI tiga hari yang lalu, Pihak Telegram sempat berjanji untuk menindaklanjuti perihal pemblokiran tersebut.

Pavel Durov selaku CEO layanan pesan instan Telegram mengakui adanya miskomunikasi yang terjadi antara pihaknya dengan pemerintah Indonesia.

Menyusul diblokirnya Telegram, Durov juga mengklaim bahwa dirinya termasuk Telegram tidak pernah mendapat laporan dari pemerintah Indonesia mengenai banyaknya kanal berbau teroris yang telah menjamur di layanannya.

Namun dalam pernyataan terbarunya, Durov mengaku adanya keterlambatan untuk membalas e-mail yang dikirim oleh pihak Indonesia.

“Tim Telegram lamban dalam menangani pesan surel yang dikirimkan oleh pemerintah Indonesia,” kata Durov dalam oernyataan yang disampaikan melalui akun resmi miliknya di Telegram.

Selain itu, Durov juga telah membuka jalur komunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Dalam pernyataannya, Durov juga menekankan bahwa mereka (Telegram) bukan teman teroris, setiap bulannya mereka telah memblokir kanal teroris yang berjumlah ribuan dan mempostingnya ke saluran @isiswatch.

URL: http://selular.id/6nJIJg