Tiga Bulan Berlalu, Bagaimana Implementasi Program Grab 4 Indonesia?

Tiga Bulan Berlalu, Bagaimana Implementasi Program Grab 4 Indonesia?

SHARE

IMG_20170518_150106Jakarta, Selular.ID – Sekitar 3 bulan lalu, Grab menyampaikan keseriusannya untuk membangun ekonomi digital di Indonesia. Bentuk dari komitmet tersebut, dihadirkan dalam program Grab 4 Indonesia 2020 Master Plan. Selang 3 bulan, Grab yang mengklaim sebagai perusahaan teknologi berbasis layanan ride sharing terbesar di Asia Tenggara, mulai mewujudkan satu persatu master plan tersebut.

Salah satu perwujudan dari komitmen tersebut, yakni dengan berdirinya pusat R&D di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta. Pusat R&D tersebut, memiliki luas kurang lebih 4500 m2, dan sudah didukung oleh ratusan engineers lokal

Menurut Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia, Pusat R&D Grab terbaru ini melengkapi jaringan pusat R&D global yang terletak di Bangalore, Beijing, Ho Chi Minh City, Seattle dan Singapura. “Para engineer Indonesia akan memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi-inovasi lokal bersama dengan para ahli teknologi yang merupakan alumni dari perusahaan-perusahaan seperti Amazon, Facebook dan Microsoft,” ucapnya.

“Kami berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya pemerintah, dalam menjadikan ekonomi digital sebagai ujung tombak pembangunan negeri ini. Kami percaya diri bahwa kami di dapat berbagi beragam inovasi yang diciptakan pusat R&D kami di Jakarta secara global,” tambahnya.

Selain membangun pusat R&D, Grab juga telah melakukan finalisasi integrasi atas Kudo, start-up O2O Indonesia. Dengan pencapaian target yang signifikan ini, Grab mengklaim telah berhasi mengembangkan target-targetnya.

“melahirkan 5 juta wirausawahan mikro di Indonesia pada tahun 2018, dan meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia dalam sektor teknologi menjadi ratusan orang hingga akhir tahun ini,” ungkap Ridzki dalam sambutannya.

Sementara itu, Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder, Grab, mengungkapkan, sejauh ini pihaknya menginvestasikan sejumlah uang ke dalam Grab 4 Indonesia, karena kami berpegang teguh apa yang kami lakukan.

“Sebagai perusahaan teknologi global, tidak sebatas modal, kami juga memiliki tanggung jawab untuk berbagi keterampilan teknologi terdepan dan membentuk talenta engineering lokal yang mumpuni, yang kemudian akan menciptakan jutaan wirausahawan mikro,” jelasnya.

perlu diketahui, proses integrasi Kudo yang merupakan platform O2O (online to offline) terkemuka di Indonesia, serta dibangunnya pusat R&D, merupakan tahap I dari perwujudan Grab 4 Indonesia. Dengan terintegrasinya Kudo dan dibukanya pusat R&D, Grab kini berada di posisi yang tepat untuk memulai Tahap II dari rencana master plan Grab 4 Indonesia.

URL: http://selular.id/xVzjjC