Faisal Basri : Saatnya Pemerintah Optimalkan Lahan Tidur Frekuensi

Faisal Basri : Saatnya Pemerintah Optimalkan Lahan Tidur Frekuensi

Faisal basriJakarta, Selular.ID – Rencana lelang pita frekuensi di 2,1 Ghz dan 2,3 Ghz akan segera dilakukan oleh pemerintah. Uji publik RPM tentang lelang tengah digodok oleh Kemenkominfo. Diharapkan pada awal April 2016, dokumen-dokumen menyangkut RPM bersebut sudah ditandatangani.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, menyebutkan banyak proses dan masukan yang masih harus dilakukan terkait RPM lelang frekuensi tersebut. Sehingga

“Bulan Juni kita sudah tahu pemenangnya. Setelah itu kita segera lakukan refarming,” kata Rudiantara dalam talkshow yang bertajuk teknologi digital membuat media lebih hidup  di Jakarta (16/03/17).

Menurut Rudiantara, jika proses refarming dapat mulus dilakukan pada semester kedua, maka pada 1 Januari 2018 frekuensi 2,1GHz dan 2,3GHz sudah efektif  digunakan.

Pengamat ekonomi senior Faisal Basri, menyambut baik rencana yang sudah disusun oleh Kemenkominfo itu. Pasalnya, hal itu menandakan bahwa pemerintah berusaha untuk mengoptimalkan frekuensi yang sudah lama tidur.

“Frekuensi di 2,1GHz (11 dan 12) sudah kosong selama 28 bulan. Begitu pun 2,3GHz yang sudah lebih lama kosong, yakni 98 bulan. Kekosongan ini tidak boleh dibiarkan karena selain tidak produktif, pemerintah rugi karena tidak memperoleh PNBP dari BHP frekuensi”, ujarnya kepada Selular.ID.

Baca Juga:  Empat Kesalahan Dalam Rencana Lelang Frekwensi 2,1 Ghz dan 2,3 Ghz

Menurut Faisal, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mengatasi ketimpangan. Antara lain dengan mengenakan pajak progesif atas tanah yang ditelantarkan. Pemerintah juga hendak membagi-bagi tanah negara kepada rakyat.

“Seperti halnya tanah, sebagai salah satu sumber daya, pemanfaatan frekuensi harus dilakukan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Apalagi frekuensi adalah sumber daya terbatas. Karena itu, sudah sepantasnya, pemerintah segera mendayagunakan lahan tidur frekuensi”, papar pengamat ekonomi yang hobi memakai sandal sepatu ini.
Faisal menambahkan, saat ini frekuensi sedemikian vital bagi operator, vendor handset dan stake holder lainnya. Seperti halnya jalan raya, semakin banyak dan bagus kualitas jalannya, maka akan semakin cepat mobil melaju di jalan tersebut.

Demikian pula dengan ketersediaan frekuensi, dapat mendorong kualitas, kapasitas dan coverage operator. Sehingga trafik komunikasi (data, voice dan SMS) yang dapat ditangani oleh operator dengan lebih baik lagi. Ujungnya akan mendorong produktifitas dan ekonomi masyarakat di era digital, pungkas Faisal.

URL: http://selular.id/ORwam6