Acer Janji Edarkan Perangkat VR Di Tanah Air

Acer Janji Edarkan Perangkat VR Di Tanah Air

SHARE

acer

Jakarta, Selular.ID – Perangkat Virtual Reality (VR) di masa mendatang akan menjadi tren. Salah satu perangkat gaming terbaru besutan Acer, Aspire GX, sudah mengusung VR-ready sehingga dapat digunakan untuk bermain game berbasis teknologi simulasi dunia tiga dimensi tersebut.

Meski VR-ready, namun desktop gaming Aspire GX belum bisa dipasangkan dengan perangkat VR eksklusif dari Acer sendiri. Dalam demo produk di peluncuran Predator-series kemarin (2/3/2017), perusahaan elektronik asal Taiwan itu masih memeragakannya menggunakan HTC Vive. Saat ditanya terkait hal ini, pihak Acer Indonesia menjelaskan akan segera memasukkan perangkat VR, setidaknya dalam tahun ini.

“Acer dalam waktu dekat juga akan meluncurkan produk-produk VR untuk melengkapi produk-produk gaming yang diluncurkan,” ujar Herbert Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia.

Terjun ke pasar VR, Acer memiliki dua model headset VR. Yang pertama merupakan hasil kerja sama dengan Starbreeze dan yang kedua merupakan kerja sama dengan Microsoft.

Duet dengan Starbreeze, Acer merilis perangkat bernama StarVR yang diluncurkan pada acara E3 tahun lalu. Kerja sama yang terjalin antara Acer dengan pihak Starbreeze ini terkait dengan pengembangan komponen-komponen yang akan disematkan pada perangkat StarVR. Tidak hanya mengembangkan perangkat VR, keduanya juga sempat dikabarkan sedang mengembangkan komputer khusus untuk perangkat StarVR.

Sementara dengan Microsoft, headset VR tersebut bekerja dengan memanfaatkan software Windows 10 VR dan kemampuan hollographic. Selain dengan Acer, proyek headset VR karya Microsoft ini juga menggandeng beberapa vendor laptop lainnya seperti Dell, Lenovo, dan HP.

Herbert menjelaskan, Acer Indonesia bisa membawa kedua headset VR itu ke Indonesia. Mereka akan melihat pasar dan bila pasar menginginkan keduanya dijual di Indonesia, Acer pun akan menurutinya.

“Jadi ada dua tipe dari sisi (perangkat) VR yang akan kami luncurkan. Acer Indonesia boleh membawa kedua-duanya kalau market di sini sesuai dengan dua produk ini,” tuturnya.

Terkait skema penjualan, perusahaan masih memikirkan karena tentu lagi-lagi harus menyesuaikan kebutuhan pasar. “Bundling atau pun tidak itu menjadi satu strategi marketing yang akan di-set saat barang itu muncul sesuai kebutuhan market di Indonesia,” timpal Herbert.

URL: http://selular.id/P06rqF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here