Dimitri: Hapuskan Wacana Tidak Ada Kewajiban Bangun Data Center Bagi OTT

Dimitri: Hapuskan Wacana Tidak Ada Kewajiban Bangun Data Center Bagi OTT

Dimitri MahayanaJakarta Selular.ID – Beberapa waktu lalu, Menkominfo dan Dirjen Aptika Kominfo mewacanakan penyelenggara layanan Over The Top (OTT) tak perlu membangun data center di Indonesia sehingga menimbulkan ketimpangan yang makin besar.

Menurut Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, data center justru menjadi salah satu komponen penting agar OTT tak bisa berkelit dari regulasi, terutama pajak seperti selama ini. “Sebab, semua transaksi online otomatis terekam dan tak bisa disangkal mereka,” katanya.

Apalagi, regulasi terkait sejak lama sudah ada dan tak bisa diingkari. Sebagaimana sudah benar diatur dalam Pasal 17 Ayat 2 PP No 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE), “Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.”

Untuk itulah, menurut Dimitri, perusahaan-perusahaan OTT dengan basis pengguna besar seperti Google, Facebook, dan WhatsApp, seharusnya menjadi layanan internet yang paling pertama diminta berkomitmen membangun data center.

“Peta arahnya harus jelas dilakukan pemerintah. Pada 2017 nanti, itu harus siapa yang dikejar lebih dulu untuk membangun bangun data center di Indonesia. Jangan terus ada kecemburuan sosial karena tidak baik buat iklim usaha,” pungkasnya.

 

URL: http://selular.id/Q8IgZk