Revisi Aturan Impor Ponsel, AIPTI: Negara Tidak Konsisten

Revisi Aturan Impor Ponsel, AIPTI: Negara Tidak Konsisten

SHARE

lee kang hyunJakarta, Selular.ID – Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan telah merevisi aturan terkait impor ponsel. Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) menilai bahwa perubahan aturan tersebut menunjukkan tidak konsistennya pemerintah dalam membuat aturan.

Revisi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 41/M-DAG/PER/5/2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan impor telepon seluler, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet dinilai banyak pihak telah melonggarkan aturan masuk ponsel ke Indonesia.

Lee Kang Hyun, Wakil Ketua AIPTI menjelaskan bahwa sebelumnya sesuai dengan Keputusan Menteri Perdagangan No.38 Tahun 2013, importir tidak boleh impor ponsel 3G kalau dalam kurun waktu tiga tahun tidak membangun plant produksi di tanah air sedangkan cost untuk produksi ponsel di Indonesia dinilainya cukup tinggi.

“Sekarang cukup melampirkan angka pengenal importir umum (API-U) saja sudah bisa impor. Itu bisa merugikan perusahaan yang udah ada industri indonesia. Berarti peraturan negara tidak consistent,” ungkapnya.

 

Meski demikian Lee mengaku bisa mengerti keputusan yang diambil oleh pemerintah yang ingin mendapatkan keuntungan bagi negara sendiri.

“Awalnya kita dipaksa suruh bangun industri dulu, sekarang banyak brand yang sudah ada industri di tanah air maunya mengundang brand yang belum ada industri untuk investasi software,” pungkasnya.

URL: http://selular.id/ulSpci

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here