Gangguan Digital Tidak Selamanya Buruk

Gangguan Digital Tidak Selamanya Buruk

1551

oracle

Jakarta, Selular.ID – Selama tahun 2015, ekonomi Tiongkok tercatat melambat dengan pertumbuhan di bawah 7 persen. Namun perusahaan e-commerce domestik Alibaba mengaku berhasil membukukan transaksi sebesar 91,2 miliar yuan (sekitar Rp193 triliun) di momen Singles Day sale yang setiap tahun digelar pada 11 November. Angka tersebut naik 54 persen dari torehan tahun sebelumnya yang tercatat bernilai 57 miliar yuan.

“Itu adalah salah satu bentuk digital disruption (gangguan digital) yang kian meluas sejak dua tahun terakhir. Di saat industri lain melemah, e-commerce malah meningkat,” ujar Chin Ying Loong, VP Oracle Middleware, Oracle Corporation, di Jakarta (24/3/2016).

Gangguan digital telah melanda perekonomian dunia hampir di semua sektor bisnis, terutama perusahaan jasa. Kalau Alibaba “mengganggu” sektor perdagangan, lalu ada Facebook yang mengganggu bisnis advertisement.
Padahal, Alibaba tidak memiliki gudang penyimpanan dan Facebook tidak memiliki konten. “Dunia telah berubah,” tekannya.

Uber juga diungkit Chin Ying Loong telah mengganggu arena transportasi tanpa memiliki armada satu unit pun. Serta ada AirBnB yang menggangu dunia perhotelan tanpa kepemilikan properti. Dan marketshare “para pengganggu” tadi jelas lebih besar dari perusahaan konvensional di bidang tersebut.

Baca Juga:  Oracle Sediakan Solusi Cloud Ikuti Aturan Regulator

Bukan hanya di negara luar, hal itu juga terjadi di Indonesia. Di sini, Chin Ying Loong memberi daftar gangguan digital. “Saya yakin Anda pernah membuat panggilan telepon bahkan video call dari WhatsApp atau BBM atau Line, atau aplikasi chat lainnya. Itu adalah gangguan bagi penyedia operator selular,” terangnya.

Lalu LinkedIn yang membuat orang melihat lowongan pekerjaan tanpa membeli koran lagi, atau Netflix yang menggangu operator TV kabel, lalu ada Go-Jek, dan masih banyak lagi.

Meski disebut gangguan, digital disruption tidak selamanya buruk. Apalagi kalau dilihat dari sisi konsumen. “Berkat sejumlah gangguan tersebut, bon tagihan kita menurun,” terangnya.

Namun dari sisi pengusaha, digital disruption adalah momok menakutkan. Untuk itu, Chin Ying Loong ingin merangkul para pengusaha untuk bertransformasi menjadi perusahaan digital bersama Oracle. Sehingga bisa mengembangkan bisnis sesuai jamannya. “Karena gangguan digital adalah suatu keniscayaan di era modern seperti ini,” pungkasnya.

URL: http://selular.id/Q2SoMW