Terimbas Kenaikan Dollar, Smartfren Enggan Naikkan Harga

Terimbas Kenaikan Dollar, Smartfren Enggan Naikkan Harga

1300

DSC_4310Cirebon, Selular.ID – Menguatnya nilai tukar dollar terhadap rupiah, tak dipungkiri berimbas juga ke bisnis penyedia jasa telekomunikasi. Terlebih untuk melakukan investasi biasanya operator mendapatkan dana dari utang yang dihitung dalam mata uang dollar. Sementara di sisi lain penghasilan operator dari pelanggannya di Indonesia dengan mata uang rupiah.

 

Lantas bagaimana, Smartfren menyikapi fluktuasi mata uang dollar yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda menurun.

 

Alih-alih menaikkan harga, Smartfren lebih memilih jalan lain untuk tetap dapat menyajikan layanan dan survive di tengah kondisi mata uang Indonesia yang nilai tukarnya terdepresiasi. Menurut Munir Syahda Prabowo, VP Network Smartfren Telecom, hal yang  mungkin dilakukan pertama operator (di saat dollar naik) adalah me-rearrange utang, dan tidak akan ke sini dulu (menyesuaikan harga).

Baca Juga:  Beli Andromax B, Bonus Kuota 30GB

 

Konsumen memang dinilai peka terhadap harga, jika mengalami kenaikan bisa saja produk atau pun layanan malah tidak dibeli.”Sekarang kalau ini berubah (harga naik), siapa yang menjamin kalau ini laku. Orang persaingannya saja seperti begini kalau harga dinaikkan sedikit ngga ada yang beli,” kata Munir. Makanya, lanjut Munir, dalam kenaikan dolar yang disasar bukan menaikkan harga dulu, tetapi restrukturisasibutang dulu. Hal ini menurut Munir penting dilakukan, agar setidaknya operator bisa bertahan dulu.

URL: http://selular.id/3G6uoc