Ajukan Aplikasi ke Apple, Developer Lokal Ini Sempat Harap-harap Cemas

Ajukan Aplikasi ke Apple, Developer Lokal Ini Sempat Harap-harap Cemas

SHARE
Ilustrasi smartphone iPhone, foto: postmediacanadadotcom.
Ilustrasi smartphone iPhone, foto: postmediacanadadotcom.

Jakarta, Selular.ID – “Rumah” terakhir garapan developer aplikasi mobile, berupa toko aplikasi kepunyaan pembesut platform smartphone. Dua terminal sistem operasi terbesar saat ini dipegang oleh Google Play Store dan Apple App Store. Guna menjajakan aplikasi buatannya, para developer aplikasi setidaknya harus membuat karya dalam dua versi, yakni Android dan iOS.

Di antara semua toko aplikasi besar, App Store dari Apple bisa dibilang yang paling ketat proses evaluasi aplikasinya. Pun, harga registrasi untuk menjadi developer di App Store tidak murah. Kesulitan saat mengajukan aplikasi ciptaannya ke Apple, dialami langsung oleh developer lokal Sebayang Bersama.

“Saat aplikasi Sebangsa.com diajukan ke Apple, kami menunggu proses hingga tiga sampai empat minggu. Padahal di Android sendiri, cuma butuh beberapa jam doang,” tutur Enda Nasution, salah satu pendiri situs jejaring Sebangsa, kepada Selular.ID

Bahkan bila tak lulus kualifikasi, Apple tak segan-segan ‘menendang’ aplikasi mobile yang telah diajukan tanpa pandang bulu. “Masa-masa menunggu (pengajuan aplikasi), adalah masa harap-harap cemas,” ungkap Enda. Jika ditolak, Enda setidaknya harus merombak kekurangan aplikasi Sebangsa.com dan mengikuti pedoman yang diperintahkan Apple.

Meski memberikan tuntutan tinggi, namun App Store juga bisa dibilang toko aplikasi yang paling potensional bagi para pengembang aplikasi untuk meraup untung. Apalagi minimnya angka pembajakan, membuat pengembang lebih nyaman mengedarkan aplikasinya di App Store. Tanpa takut ancaman malware atau semacamnya. (bda)

URL: http://selular.id/P3rIQ