Mahasiswa Texas Nyaris Tewas Akibat Texting

Mahasiswa Texas Nyaris Tewas Akibat Texting

1
0
SHARE

selular201208071151437 August 2012 19:00
Seorang mahasiswa perguruan tinggi Texas bernama Chance Bothe (21 tahun) memutuskan untuk mempertaruhkan nyawanya ketika Ia memilih untuk mengetik pesan di handphone saat mengemudi. Bothe seperti memiliki firasat buruk saat mengemudikan truknya pada Januari silam dan menyampaikan kepada seseorang melalui pesan teks di handphone berbunyi: “Aku harus berhenti texting, karena saya bisa mati dalam kecelakaan mobil,” beberapa saat sebelum mengendarai truknya ke jurang.

Untungnya Bothe selamat dari kecelakaan maut tersebut. Tapi bayaran yang harus dialaminya untuk keluar dari kematian adalah patah leher, wajah hancur, tengkoraknya retak, dan luka traumatis. Semua itu menyebabkan Ia harus menghabiskan waktu enam bulan terakhir dalam pemulihan intensif di rumah sakit. Konsekuensi menyakitkan serta traumatis disampaikan Bothe kepada New York Daily News saat menggambarkan bagaimana “wajahnya rusak dari tulang pipi hingga ke bagian atas,” sehingga ia harus belajar begaimana untuk berbicara lagi.

Tentu ada secercah cahaya dari semua cerita gelap dan suram. Setelah Bothe pulih dari kecelakaan maut tersebut, ia bermaksud untuk menyebarkan bahayanya SMS saat mengemudi, hanya dengan menambahkan, “Jangan lakukan. Itu tidak sepadan dengan kehilangan nyawa Anda.” Tentu kegigihan Bothe menjadi bukti valid tentang mengapa pemerintah terus menindak orang-orang yang tetap mengetik teks saat mereka mengemudi.

Semoga pengalaman Bothe bisa menjadi pelajaran berharga bagi Anda yang masih melakukan texting saat mengemudi. Kalau memang darurat, sebaiknya gunakan bantuan layanan voice assistant untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan di handphone, termasuk texting. (Khoirunnisa)

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=8bZFmkkyEBg
Sumber : http://newsfeed.time.com (5/8/2012)
The short URL of the present article is: http://selular.id/9mrjq