Mampukah Sharp Bersaing di Pasar yang Sudah Penuh Sesak?

Mampukah Sharp Bersaing di Pasar yang Sudah Penuh Sesak?

SHARE

Sharp Z2 dan M1 (selular)Jakarta, Selular.ID – Setelah proses akuisisi rampung pada 2016, Foxconn bergerak cepat. Awal Juni 2017, pabrikan asal Taiwan itu mampu memenuhi janji untuk meluncurkan smartphone Sharp. Untuk tahap awal, Foxconn memperkenalkan dua varian ke publik, yakni Sharp Z2 dan Sharp M1.

Jika melongok harganyanya, duet smartphone milik Sharp itu, menyasar segmen menengah. Sharp Z2 dan Sharp M1 masing-masing dibandrol Rp 3.499.000 dan Rp 2.699.000.

Harga itu terbilang pantas, malah bisa dibilang value for money bagi konsumen. Pasalnya, dengan pengalaman panjang memproduksi iPhone, Foxconn menyematkan segudang keunggulan pada Sharp agar bisa bersaing di pasar smartphone domestik.
Tengok saja jeroan Sharp Z2. Smartphone ini sudah dilengkapi prosesor MT6797 yang berkekuatan Decacore. Serta didukung RAM 4 GB.

Sharp Z2mengusung layar LTPS 5,5 inchi full HD. Sebagai smartphone di kasta tertinggi, Z2 dibekali kamera belakang 16 Mp f2.0 dan kamera depan 8 Mp.
Smartphone ber-OS Android 6.0 ini membawa memori internal berkapasitas 32 GB plus slot MicroSD untuk memori tambahan hingga 128 GB.

Sedangkan daya tahan hidupnya mengandalkan baterai 3.000 mAh. Z2 juga mendukung teknologi fast charging yang mampu mengisi daya baterai 50 persen dalam waktu 30 menit.

Bodi smartphone yang full metal ini juga dilengkapi fasilitas fingerprint scanner. Juga ada fitur IR remote control yang bisa menjadikan smartphone ini remote control untuk home appliances, seperti televisi.

Sedangkan Sharp M1 punya keistimewaan yaitu memiliki 3D corning gorilla glass body. Smartphone ini mengusung layar 5,5 inchi LTPS full HD.

Untuk kameranya 13 Mp baik kamera depan maupun belakang. Kamera selfie-nya juga mendukung wide angle. M1 juga dibekali dengan speaker berteknologi crystal clear sound.

Kinerja smartphone ini, mengandalkan prosesor MT6753 Octacore serta dukungan RAM 3 GB. Memori internal nya berkapasitas 64 GB plus slot MicroSD untuk Memori tambahan hingga kapasitas 64 GB. Sedangkan daya tahan baterainya berkapasitas 2.600 mAh.

Namun dengan seabrek keunggulan tersebut, tak ada jaminan bahwa Sharp akan segera bersinar di pasar Indonesia. Pasalnya, meski didukung oleh populasi yang besar dan pertumbuhan smartphone yang terus meningkat, namun level kompetisi terbilang sudah sangat ketat. Bahkan cenderung berdarah-darah.
Harus diakui, model open market membuat pasar Indonesia kerap tak ramah, terutama bagi pemain baru. Hal yang sama juga berlaku bagi Sharp.

Meski sudah cukup kuat dikenal sebagai produk home appliances selama puluhan tahun, pastinya perlu waktu bagi konsumen di Indonesia untuk mengenal smartphone Sharp. Menjadi tantangan yang tak ringan bagi petinggi Foxconn untuk memperluas mindset konsumen, bahwa Sharp tak hanya memproduksi kulkas, televisi, atau AC.

Seperti diketahui, perilaku konsumen dalam membeli produk dipengaruhi oleh 5 unsur. Pertama Need (kebutuhan), kedua, Recognition (Pengenalan), ketiga Search (Pencarian), keempat Evaluation (Evaluasi), kelima Decision (Keputusan) yang merupakan langkah terakhir dari suatu proses pembelian untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterima.

Situasi Sharp bisa jadi mirip dengan Polytron atau LG. Sebagai pabrikan elektronik, produk home appliances mereka sudah menjadi top of mind, sekaligus menguasai market share. Namun di jagat smartphone, keduanya masih terus berjuang agar smatrphone besutan mereka dapat bersaing dengan vendor papan atas.

Berdasarkan riset Gfk pada akhir 2016, posisi lima besar masing-masing dihuni oleh Samsung, Oppo, Asus, Advan dan Lenovo.

URL: http://selular.id/nF6rSh