Samsung Galaxy Note 7 Meledak Akibat Cacat Baterai

Samsung Galaxy Note 7 Meledak Akibat Cacat Baterai

SHARE

samsung-galaxy-note-7-recall

Jakarta, Selular.ID – Misteri penyebab terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 terjawab sudah. Perusahaan telah mengumumkan laporan final setelah berjibaku dengan investigasi mendalam selama berbulan-bulan. Agar hasilnya akurat, penyelidikan ini melibatkan lebih dari 700 insinyur dan peneliti untuk mengetes lebih dari 20 ribu Galaxy Note yang sudah dirakit sempurna dan lebih dari 300 ribu baterai.

Seperti banyak dugaan pengamat selama ini, baterai lithium-ion yang digunakan untuk ponsel Samsung Galaxy Note 7 menjadi biang keladi smartphone tersebut terbakar. Dengan dalih agar proses produksi cepat kelar, perusahaan lantas menunjuk dua pemasok baterai berbeda untuk Note 7, baik versi original maupun pengganti.

Masalah utama di baterai lithium-ion yang digunakan di Note 7 keluaran pertama berasal dari struktur dalam, yaitu susunan elektroda positif dan negatif. Samsung menjelaskan mereka telah menguji coba 10 ribu perangkat dan baterai untuk mengetahui penyebab kerusakan, baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

Baterai pertama, menderita cacat desain. Casing baterai asli ponsel tersebut terlalu kecil dari ukuran semestinya sehingga menyebabkan konsleting lalu terbakar. Dalam pengujian, baterai itu lalu diganti dengan buatan pabrik yang berbeda, tapi tetap terbakar.

“Selama beberapa bulan terakhir, Kami dan organisasi industri yang independen, melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menemukan alasan terkait insiden Galaxy Note7,” kata Koh Dong-jin, Presiden Samsung Mobile Communications, saat konferensi pers di Seoul, Senin (23/1) waktu setempat. “Investigasi kami menyimpulkan bahwa masalah baterai adalah penyebab utama dari insiden Galaxy Note 7.”

Selain penjelasan hasil penyelidikan, di kesempatan yang sama, Samsung juga menyampaikan permintaan maaf sekaligus rasa terima kasih kepada para pelanggan Galaxy Note 7, operator seluler, mitra ritel dan distribusi, serta mitra bisnis atas kesabaran mereka menghadapi situasi ini.

“Ini adalah situasi yang menyakitkan bagi saya,” pungkas Koh. Dalam sesi wawancara menjelang konferensi pers, yang dilansir CNet, Dia menyebut bahwa ini merupakan perjalanan karir terburuk selama bekerja 33 tahun di perusahaan.

Agar kejadian naas ini tak terulang lagi di masa depan, Samsung akan memperkuat proses pengecekan kualitas pada baterai seperti keamanan berlapis dan 8-Point Battery Safety Check. Perusahaan juga membentuk kelompok penasihat khusus untuk masalah baterai yang melibatkan para ahli dari universitas dan pusat penelitian.

URL: http://selular.id/yzvGkx